MENU
Iran Tetap Kirim Jutaan Barel Minyak Lewat Selat Hormuz
WA FB
Berita

Iran Tetap Kirim Jutaan Barel Minyak Lewat Selat Hormuz

R Editor : Redaksi Sinata | 09 Mar 2026 | 21:55 WIB
Iran Tetap Kirim Jutaan Barel Minyak Lewat Selat Hormuz
Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Di tengah eskalasi konflik yang memanas di Timur Tengah, Iran masih tetap mengirimkan jutaan barel minyak mentah melalui jalur energi paling vital di dunia, Selat Hormuz. Arus pengiriman yang diperkirakan mencapai hingga 1,2 juta barel per hari itu menjadi sorotan pasar global karena berlangsung di tengah ancaman serangan militer dan gangguan pelayaran.

Informasi dihimpun Senin (9/3/2026), pergerakan tanker minyak dari Iran tersebut menunjukkan bahwa Teheran masih berupaya menjaga aliran ekspor energinya, meskipun jalur pelayaran di Teluk Persia kini berada dalam kondisi yang sangat tidak stabil. Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu “tenggorokan energi dunia” karena sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi perairan sempit tersebut setiap hari.

Ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel membuat kawasan Teluk Persia berubah menjadi titik paling sensitif bagi pasar energi internasional. Sejumlah serangan terhadap kapal maupun fasilitas energi membuat lalu lintas tanker minyak sempat melambat drastis.

Bahkan laporan industri pelayaran menunjukkan puluhan kapal tanker memilih menunggu di Teluk Persia karena meningkatnya risiko keamanan di jalur tersebut.

Di tengah situasi itu, pengiriman minyak Iran tetap berlangsung meski dalam volume yang terbatas. Aktivitas ekspor ini menjadi indikator bahwa Iran masih berusaha mempertahankan pemasukan dari sektor energi, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonominya.

Ketegangan di Selat Hormuz membuat pasar energi global bereaksi cepat. Para analis memperingatkan bahwa setiap gangguan di jalur tersebut dapat langsung mengguncang pasokan minyak dunia.

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia, sekaligus menjadi rute utama ekspor minyak dari negara-negara produsen besar seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Iran. Ketika keamanan di jalur ini terganggu, pasar biasanya langsung menaikkan harga minyak karena risiko pasokan.

Beberapa analis bahkan memperkirakan harga minyak mentah dunia bisa kembali menembus US$100 per barel jika konflik di kawasan tersebut semakin meluas dan menghambat distribusi energi secara signifikan.

Situasi keamanan di perairan Hormuz memang jauh dari stabil. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kapal dilaporkan mengalami serangan drone maupun proyektil di sekitar jalur pelayaran tersebut.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.