MENU
Iran Tuding CIA dan Mossad Berada di Balik Kerusuhan Nasional
WA FB
Dunia

Iran Tuding CIA dan Mossad Berada di Balik Kerusuhan Nasional

T Editor : Tumpal Pandapotan | 21 Jan 2026 | 08:44 WIB
Iran Tuding CIA dan Mossad Berada di Balik Kerusuhan Nasional
Ilustrasi. (Ist)

Teheran, Sinata.id - Kementerian Intelijen Iran bersama Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah menjalankan serangkaian operasi lapangan untuk meredam kerusuhan dan menjaga stabilitas kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei.

Aparat keamanan mengklaim telah mengidentifikasi CIA (Amerika Serikat) dan Mossad (Israel) sebagai aktor utama di balik eskalasi kekerasan yang melanda negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa (20/1), otoritas keamanan Iran menegaskan komitmennya untuk menindak tegas sel teroris bersenjata dan agen asing yang memanfaatkan aksi protes masyarakat menjadi tindakan vandalisme.

Penangkapan Ratusan Operator dan Penyitaan Senjata

Kementerian Intelijen Iran mengonfirmasi telah menangkap lebih dari 300 operator dan dalang utama kerusuhan pada 8 Januari lalu.

Penangkapan ini disebut berhasil dilakukan berkat laporan dari masyarakat yang membantu melacak lokasi para pelaku kriminal dan kelompok teroris bersenjata.

Selain penangkapan personel, Komando Penegakan Hukum Iran (FARAJA) mengumumkan keberhasilan penyitaan 60.000 senjata di Bushehr yang diduga akan dikirim ke Teheran.

Senjata-senjata itu diklaim milik perusuh yang terafiliasi dengan sel teroris didikan Mossad untuk melakukan serangan mematikan terhadap personel keamanan dan infrastruktur publik.

Bongkar Penyelundupan Teroris di Perbatasan

Pihak intelijen juga melaporkan telah membongkar tim teroris yang menyusup melalui perbatasan barat.

Tim ini diduga masuk ke wilayah Iran dengan tujuan menimbulkan korban jiwa di tengah demonstrasi yang awalnya dipicu oleh kesulitan ekonomi.

Pemerintah Iran menuding tokoh-tokoh dari Amerika Serikat dan Israel secara terbuka mendorong kekacauan melalui pernyataan publik.

Presiden AS dikabarkan berulang kali mengancam tindakan militer, sementara para pejabat Iran menyoroti pengakuan keterlibatan agen asing di lapangan melalui media sosial.

Eksekusi Agen Mossad

Sebagai bagian dari kampanye intensif melawan spionase, lembaga peradilan Iran mengeksekusi seorang pria bernama Ali Ardestani pada Rabu (7/1).

Ardestani dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung karena memberikan informasi sensitif, termasuk foto dan detail lokasi strategis, kepada Mossad.

"Ardestani direkrut secara daring dan melakukan tugas untuk Mossad dengan imbalan pembayaran, menyerahkan informasi dan gambar situs serta individu yang ditargetkan," bunyi dokumen peradilan resmi yang dikutip media pemerintah, Mizan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.