MENU
Isak Tangis Suster Natalia Situmorang Uang CU Raib Rp 28 M, Senyum BNI...
WA FB
News

Isak Tangis Suster Natalia Situmorang Uang CU Raib Rp 28 M, Senyum BNI?

T Editor : Tigor Munthe | 16 Apr 2026 | 10:25 WIB
Isak Tangis Suster Natalia Situmorang Uang CU Raib Rp 28 M, Senyum BNI?
Suster Natalia Situmorang. (Foto: Istimewa)

Natalia, disebutnya pintar, cantik dan baik. Namun di balik tangisannya ada beban menimpa. Tanggung jawab sebagai bendahara bagi 1.900 orang anggota CU dengan total simpanan Rp 28,5 miliar. 

Ini petikan tulisan yang diunggah Albert di akun Facebooknya, Kamis (16/4/2026):

Kasihan, dia sudah memilih jalur sunyi dalam hidup menjadi biarawati, tidak menikah, tidak memiliki harta pribadi, dan hanya taat pada Tuhan dan pimpinannya.

Pimpinan cabang BNI di wilayah Aek Nabara Labuhan Batu, memperdaya kebaikannya, dengan tawaran produk yang menguntungkan.

Suster menerima tawaran tersebut karena yang datang bukan pribadi orang atau sekedar pegawai bank tersebut, tapi PIMPINAN agar meningkatkan kesejahteraan para anggota dimana saat rapat anggota tahunan, anggota dapat menerima dividen yang lebih banyak. 

Sr. Natalia Situmorang kym, putri Simalungun kelahiran Manik Rejo, Nagori Bahal Gajah, Kecamatan Sidamanik. Putri dari Ibu Sirait, SD-nya di Bahal Gajah, SMPnya di SMP swasta Bah Birong Ulu dan SMA Negeri 1 Sidamanik.

Sejak kecil bibit pelayan sudah nampak pada dirinya, hingga memutuskan diri mengikuti jalan sunyi pencarian keilahian Tuhan, dengan menjadi suster. 

Tidak menikah, tidak memiliki harta duniawi, pimpinan menugaskannya di Labuhan Batu dan oleh 1.900 orang anggota memilihnya menjadi bendahara.

CU yang sudah berdiri sejak 45 tahun lalu, terguncang hebat oleh lembaga keuangan negara bernama BNI. Rp 28,5 miliar raib, tanpa solusi. 

Isak tangis Sr. Natalia meluap, meledak. Dia bersimpuh, berlutut menyembah dengan kedua telapak tangan, sepuluh jari, sebelas dengan kepala, di hadapan pimpinan BNI bersama ribuan anggota yang menuntut uangnya untuk kebutuhan sekolah anak-anak mereka. 

Tiap detik, tiap jam, lututnya bergetar lunglai. Setiap hari ke BNI meminta solusi. Hingga kemarin Rabu, 15 April 2026, belum ada jawaban dari BNI untuk pengembalian uang umat/anggota CU Aek Nabara. 

"Saudara-saudariku, kalau yang lemah bisa dibunuh, siapa yang aman kemudian?” demikian kutipan ungkapan Uskup Clement saat Nazi berkuasa di Italia. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.