Tel Aviv, Sinata.id - Israel menghentikan kegiatan belajar-mengajar dan membatasi aktivitas publik di sejumlah wilayah selatan setelah serangan drone yang diluncurkan Iran menghantam kawasan tersebut dan menyebabkan ratusan warga terluka.
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel pada Senin (23/3/2026) menyatakan penutupan sekolah berlaku hingga Selasa (24/3). Otoritas juga memberlakukan pembatasan kerumunan dengan jumlah maksimal 50 orang sebagai langkah antisipasi keamanan.
Pembatasan ini diterapkan di beberapa wilayah, termasuk Negev, Lachish, serta kawasan sekitar Laut Mati.
Warga masih diperbolehkan beraktivitas terbatas dengan syarat memiliki akses cepat ke tempat perlindungan apabila sirene peringatan serangan udara berbunyi.
Serangan drone Iran terjadi pada Sabtu (21/3) dengan sasaran utama kota Arad dan Dimona. Otoritas Israel melaporkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Aksi militer Iran disebut sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas nuklirnya di Natanz pada hari yang sama. Dimona sendiri diketahui menjadi lokasi Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev.
Meski menjadi salah satu titik sasaran, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memastikan tidak terdapat indikasi kebocoran radiasi maupun kerusakan signifikan pada fasilitas nuklir di Dimona. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.