MENU
Jack Dorsey Umumkan PHK Besar-Besaran di Block, Lebih dari 4.000 Peker...
WA FB
Berita

Jack Dorsey Umumkan PHK Besar-Besaran di Block, Lebih dari 4.000 Pekerja Terkena Dampak

R Editor : Redaksi Sinata | 27 Feb 2026 | 16:09 WIB
Jack Dorsey Umumkan PHK Besar-Besaran di Block, Lebih dari 4.000 Pekerja Terkena Dampak
Jack Dorsey mengumumkan PHK lebih dari 4.000 karyawan di Block Inc. sebagai bagian dari transformasi besar berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini memicu lonjakan saham perusahaan dan sorotan terhadap masa depan tenaga kerja di industri teknologi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Dunia teknologi dikejutkan oleh pengumuman drastis dari Jack Dorsey, salah satu tokoh paling dikenal di Silicon Valley. CEO dan pendiri Block Inc.,  perusahaan induk yang menaungi platform finansial populer seperti Square dan Cash App, secara resmi menyatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 4.000 karyawan di seluruh dunia, atau hampir 40% dari total tenaga kerja perusahaan.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui surat kepada pemegang saham dan unggahan di platform X (dulu Twitter), di mana Dorsey menjelaskan bahwa keputusan ini bukanlah tanda krisis finansial, tetapi bagian dari transformasi besar perusahaan menuju model operasi yang lebih ramping dan berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Hari ini kami membuat salah satu keputusan terberat dalam sejarah perusahaan: mengurangi organisasi kami hampir setengahnya, dari lebih dari 10.000 orang menjadi kurang dari 6.000,” tulis Jack Dorsey, dikutip Jumat (27/2/2026).

Menurut Dorsey, perubahan teknologi AI telah mengubah cara perusahaan dibangun dan dijalankan, memungkinkan tim yang lebih kecil menggunakan alat cerdas untuk melakukan pekerjaan yang selama ini memerlukan banyak tenaga manusia. Dia menegaskan bahwa langkah ini diambil secara sadar dan proaktif, bukan sebagai respons terhadap masalah keuangan.

Langkah pemutusan hubungan kerja massal ini mendapatkan reaksi pasar yang tak terduga: saham Block melonjak lebih dari 20% setelah pengumuman resmi, menunjukkan bahwa investor merespons positif strategi jangka panjang perusahaan yang dinilai akan meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Sebagian besar karyawan yang terdampak akan menerima paket pesangon komprehensif, termasuk 20 minggu gaji, ditambah satu minggu untuk setiap tahun masa kerja, equity yang tetap berlaku hingga akhir Mei, enam bulan biaya kesehatan, perangkat kerja perusahaan, serta bonus transisi senilai US$5.000 untuk membantu masa peralihan mereka. Pemberian dukungan ini disesuaikan pula bagi pekerja yang berdomisili di luar AS, sesuai aturan lokal setempat.

Meskipun keputusan ini menghadirkan gelombang ketidakpastian di kalangan karyawan dan pengamat tenaga kerja, Dorsey menegaskan bahwa neraca keuangan perusahaan tetap kuat dengan pertumbuhan laba kotor dan basis pelanggan yang terus meningkat. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa banyak perusahaan lain akan mengikuti langkah serupa dalam menghadapi era AI yang semakin dominan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.