MENU
Jadi Tersangka, Bripda Waldi Pembunuh Dosen Cantik Terancam Hukuman Ma...
WA FB
News

Jadi Tersangka, Bripda Waldi Pembunuh Dosen Cantik Terancam Hukuman Mati

R Editor : Redaksi Sinata | 03 Nov 2025 | 15:43 WIB
Jadi Tersangka, Bripda Waldi Pembunuh Dosen Cantik Terancam Hukuman Mati
Bripda Waldi, pembunuh dosen cantik kini dijerat pasal berlapis mulai dari pembunuhan, pemerkosaan, hingga pencurian dengan kekerasan. (Ist)

Mereka sempat menjalin hubungan asmara, namun kandas.

Saat Bripda Waldi berusaha kembali, EY menolak mentah-mentah.

Penolakan itu diduga menjadi pemicu amarah pelaku.

Dalam kondisi emosi, ia menyerang EY hingga tewas.

Setelah itu, pelaku membawa kabur barang-barang korban, termasuk mobil, motor PCX, iPhone, dan perhiasan emas.

“Motif sementara memang karena asmara. Namun, penyidik masih mendalami apakah ada unsur lain seperti cemburu atau dendam pribadi,” jelas Natalena, Minggu (2/11/2025).

Jerat Hukuman Berat

Berdasarkan alat bukti dan pengakuan pelaku, polisi menjerat Bripda Waldi dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan, dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Jika terbukti bersalah, ancaman hukuman maksimal yang menanti adalah pidana mati atau penjara seumur hidup.

“Tidak ada toleransi. Tindakan pelaku tidak hanya mencoreng nama baik korban, tetapi juga institusi kepolisian. Kami tegaskan, proses hukum berjalan objektif, tanpa intervensi,” tegas Kapolres Bungo.

Keterlibatan Propam dan Polda Jambi

Kasus ini kini juga ditangani oleh tim gabungan Reskrim dan Paminal Propam Polda Jambi untuk memastikan tidak ada pelanggaran etik yang dikesampingkan.

Pihak kepolisian berjanji menuntaskan kasus ini secara transparan di hadapan publik.

“Kapolda Jambi sudah memerintahkan agar perkara ini diselesaikan secara profesional dan terbuka. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” ujar Natalena.

Sosok Dosen Erni

Erni Yuniati atau EY dikenal sebagai dosen sekaligus Ketua Program Studi S1 Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo.

Kabar kematiannya menyisakan duka mendalam di lingkungan kampus dan masyarakat Bungo.

“Beliau dikenal baik dan berdedikasi tinggi. Kami semua sangat kehilangan,” ungkap salah satu rekan kerjanya. [zainal/a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.