Sinata.id - Isu kembalinya Shin Tae yong (STY) ke kursi pelatih Timnas Indonesia kian menghangat dan menyerupai drama yang menarik perhatian publik. Setelah perpisahan emosional di awal 2025, kini angin segar berhembus dari berbagai arah. Banyak yang meyakini, pelatih asal Korea Selatan itu siap membuka lembaran baru bersama skuad Garuda Merah Putih.
Bukan sekadar spekulasi, tiga tanda besar seolah menjadi bukti bahwa jalan reuni antara Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia mulai terbuka lebar. Mulai dari dukungan politik dari Senayan, gestur damai dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir, hingga pengakuan jujur dari sang pelatih sendiri yang mengaku hatinya belum bisa berpaling dari Indonesia.
Dukungan dari Senayan
Dukungan politik menjadi sinyal pertama. Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, secara terbuka menyebut nama STY sebagai sosok paling tepat untuk memulihkan marwah Timnas Indonesia. Menurutnya, pelatih berpengalaman itu pantas mendapat kesempatan kedua setelah periode pertamanya yang penuh gejolak.
“Kalau memang pilihannya kepada Shin Tae-yong, secara pribadi saya setuju,” ujar Habib di Kompleks DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (22/10/2025).
Habib menilai kembalinya Shin bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi simbol konsistensi dalam membangun tim nasional yang solid dan kompetitif. Ia juga menekankan pentingnya memberi otonomi penuh kepada pelatih dalam menentukan pemain inti, metode latihan, hingga staf pendukung.
Namun, Habib tetap mengingatkan agar PSSI berhati-hati.
“Kalau ada pelatih lain yang lebih andal, tentu bisa dipertimbangkan. Tapi Shin sudah terbukti mampu membawa Indonesia bersaing di level Asia,” tegasnya.
Erick Thohir Follow Instagram STY
Sinyal kedua datang dari dunia maya, dan ini yang paling viral. Ketua Umum PSSI Erick Thohir diketahui kembali mengikuti akun Instagram Shin Tae-yong, dan menariknya, sang pelatih pun membalas dengan follow balik.
Sekilas tampak sepele. Tapi bagi para penggemar sepak bola Tanah Air, ini adalah “kode keras” perdamaian setelah hubungan keduanya sempat membeku usai pemecatan Shin pada Januari 2025.
Kala itu, suasana sempat panas. Putra Shin, Shin Jae-won, menuding PSSI memperlakukan ayahnya secara tidak pantas. Erick Thohir pun menegaskan bahwa keputusan pemecatan diambil karena “dinamika ruang ganti” yang tak sehat.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.