Sementara itu, Arri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan. Ketika didatangi ke kantornya, salah seorang pegawai menyebutkan bahwa yang bersangkutan belum hadir.
“Belum datang, Pak,” ujarnya singkat.
Sorotan terhadap Arri pun kian menguat. Publik menantikan klarifikasi resmi sekaligus langkah konkret dari Pemerintah Kota Pematangsiantar. Apakah akan dilakukan evaluasi dan penertiban, atau persoalan ini akan berlalu tanpa konsekuensi?
Dalam tata kelola pemerintahan yang bersih, tidak ada ruang bagi pejabat yang terkesan menggunakan fasilitas negara seolah milik pribadi. Aset pemerintah merupakan amanah yang harus dijaga, bukan hak istimewa. (SN10)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.