MENU
Janji Tuhan yang Pasti, Pengharapan Teguh di Tengah Dunia yang Goyah
WA FB
Religi

Janji Tuhan yang Pasti, Pengharapan Teguh di Tengah Dunia yang Goyah

F Editor : Ferry SP Sinamo | 27 Jan 2026 | 04:24 WIB
Janji Tuhan yang Pasti, Pengharapan Teguh di Tengah Dunia yang Goyah
Pdt. Manser Sagala, M.Th. (istimewa)

Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th.

Memahami bahwa janji Tuhan itu pasti adalah sauh bagi jiwa, terutama saat kita menghadapi ketidakpastian dunia. Dalam teologi Kristen, janji Tuhan bukan sekadar "rencana," melainkan sebuah ketetapan yang dijamin oleh karakter-Nya sendiri.

​Berikut adalah penjelasan  mengapa janji Tuhan itu pasti,

​1. Karakter Tuhan: Tidak Mungkin Berdusta

​Dasar utama mengapa janji Tuhan pasti adalah karena sifat-sifat dasar Allah. Berbeda dengan manusia yang bisa berubah pikiran atau gagal menepati kata-kata, Tuhan itu setia dan kudus.

​Bilangan 23:19

​"Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta; bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakah Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau mengucapkan firman dan tidak menepatinya?"

​Ibrani 6:18

Menegaskan bahwa dalam dua hal yang tidak berubah—janji dan sumpah-Nya—Allah "tidak mungkin berdusta."

 

2. Firman-Nya Memiliki Kuasa Mencipta

​Janji Tuhan pasti karena Firman yang keluar dari mulut-Nya mengandung kuasa untuk mewujudkan apa yang dikatakan-Nya. Firman-Nya tidak pernah kembali dengan hampa.

​Yesaya 55:11

​"Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."

3. Jaminan dalam Yesus Kristus

​Bagi orang beriman, semua janji Tuhan menemukan titik temunya dalam Yesus. Dia adalah bukti nyata bahwa Tuhan menepati janji keselamatan yang telah diberikan sejak ribuan tahun sebelumnya.

​2 Korintus 1:20

​"Sebab Kristus adalah ya bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan 'Amin' untuk memuliakan Allah."

Di tengah dunia yang terus berubah, penuh ketidakpastian, krisis moral, dan kegelisahan manusia modern, janji Tuhan tetap berdiri teguh sebagai dasar pengharapan yang tidak tergoyahkan.

Janji itu bukan lahir dari kehendak manusia, melainkan berakar pada karakter Allah yang setia, firman-Nya yang berkuasa, dan digenapi secara sempurna di dalam Yesus Kristus. Karena itu, iman Kristen tidak dibangun di atas optimisme kosong, melainkan pada kepastian ilahi yang telah teruji sepanjang sejarah.

Berpegang pada janji Tuhan berarti memilih untuk tetap berharap, tetap percaya, dan tetap melangkah, sekalipun dunia di sekitar kita tidak menentu. (A27)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.