“Dugaan kuat korban dibunuh. Mohon doa agar pelaku segera tertangkap,” tegasnya.
Isak Tangis Keluarga
Sore harinya, suasana duka menyelimuti pemakaman Anti Puspita Sari di TPU Talang Petai, Plaju.
Isak tangis pecah dari keluarga, kerabat, dan warga sekitar.
Mereka mengenal Anti sebagai sosok sederhana yang penuh kasih terhadap anak dan suaminya.
Suaminya, Adi, tampak terpukul, tak banyak berbicara, hanya berharap keadilan.
“Saya ingin pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” katanya pelan.
Ayah korban, Agus Nasi (56), juga tak kuasa menahan sedih. Ia mengungkap, anaknya sempat pamit untuk mengantar sang suami bekerja, namun tak pernah kembali.
“Kami sempat mencari ke keluarga dan teman-temannya, tapi nihil. Baru tahu setelah ditelepon polisi,” ujar Agus di rumah duka.
Sosok Anti di Mata Keluarga dan Tetangga
Di mata lingkungan Talang Petai, Anti bukan sekadar korban. Ia adalah simbol kasih dan kerja keras. Dikenal pendiam, sopan, dan penyayang anak, Anti sering membantu tetangga tanpa pamrih.
Namun kini, kehangatan itu sirna. Rumahnya berubah menjadi lautan duka. Tangisan memecah keheningan setiap kali jenazahnya disebut.
“Dia tak pernah bercerita punya masalah. Semua biasa saja,” kata salah satu tetangga.
Polisi kini memburu pria misterius yang terakhir terlihat bersama Anti. Ia menjadi buronan utama dan kunci untuk mengungkap siapa sebenarnya yang merenggut nyawa ibu muda itu.
Anti Puspita Sari, pergi meninggalkan suami, anak, dan keluarga yang mencintainya. Ia berpulang dengan misteri, membawa serta rahasia tentang siapa sebenarnya pria yang terakhir bersamanya di kamar nomor 8 Hotel Lendosis.
Sementara itu, di rumah kecil di Plaju, Adi Rosadi hanya bisa menatap kosong foto istrinya, perempuan yang sempat mengantar senyum pagi sebelum berangkat kerja, tanpa tahu itu akan menjadi pertemuan terakhir.
“Tidak ada firasat, tidak ada kata perpisahan,” ucapnya lirih.
“Yang saya tahu, dia hanya ingin hidup bahagia bersama keluarga kecil kami,” ungkap Adi. [zainal/a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.