Jakarta, Sinata.id - Kekayaan Ahmad Sahroni kembali menjadi sorotan publik setelah laporan LHKPN terbaru mencatat asetnya melonjak drastis hingga ratusan miliar rupiah.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, kembali menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait kritik yang meminta pembubaran parlemen. Ia menilai gagasan tersebut terlalu berlebihan, bahkan menyebut pihak yang menyuarakannya sebagai “orang paling tolol sedunia”.
“Kalau DPR dibubarkan, apakah bisa menjamin roda pemerintahan berjalan lebih baik? Belum tentu,” demikian kata Sahroni saat menghadiri kunjungan kerja di Sumatera Utara, pada Jumat (22/8/2025) lalu, berujung memicu gelombang protes.
Usai pernyataan itu, posisi Sahroni di parlemen turut mengalami perubahan. Dari sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR periode 2024–2029, ia kini dipindahkan menjadi anggota Komisi I DPR..
Kekayaan Ahmad Sahroni Berdasarkan LHKPN
Catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan Sahroni rutin melaporkan aset pribadinya sejak 2014. Pada laporan pertama, total kekayaannya tercatat Rp 2,86 miliar. Sedangkan pada laporan terakhir tahun 2024, jumlah kekayaan tersebut melonjak drastis menjadi Rp 328,9 miliar.
Dalam laporan 2024 itu, Sahroni tercatat memiliki 19 aset tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan Rp 139,5 miliar, tersebar di Jakarta dan Badung, Bali.
Selain itu, Sahroni juga mengoleksi 28 unit kendaraan mewah dengan total nilai Rp 38,1 miliar, termasuk Ferrari, Porsche, Tesla X75D, hingga Harley Davidson Road Glide.
Tak hanya itu, Sahroni juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp 107,7 miliar, surat berharga Rp 60 juta, serta kas dan setara kas mencapai Rp 78,3 miliar. Sementara kewajibannya dalam bentuk utang tercatat sebesar Rp 34,9 miliar.
Jejak Karier Ahmad Sahroni
Berdasarkan data dari laman resmi MPR RI, perjalanan karier Sahroni terbilang unik. Ia mengawali pekerjaannya sebagai sopir di PT Niaga Gemilang Samudra pada 1998, lalu bergabung ke PT Millenium Inti Samudra setahun berikutnya.
Di perusahaan tersebut, kariernya menanjak hingga dipercaya menduduki jabatan Direktur Operasional pada 2002. Sahroni kemudian menjabat Direktur Utama di sejumlah perusahaan pada periode 2003–2008, antara lain PT Sagakos Intec, PT Ekasamudra Lima, dan PT Ruwanda Satya Abadi.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.