MENU
Jelang Sidang PBB, Indonesia Kembali Berdiri untuk Palestina
WA FB
Berita

Jelang Sidang PBB, Indonesia Kembali Berdiri untuk Palestina

R Editor : Redaksi Sinata | 17 Feb 2026 | 20:36 WIB
Jelang Sidang PBB, Indonesia Kembali Berdiri untuk Palestina
Di New York, Menlu RI Sugiono menyatakan dukungan Indonesia bagi Palestina dan menegaskan komitmen pada perdamaian global. (Ist)

New York, Sinata.id — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengukuhkan kembali komitmen kuat Indonesia mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, di kantor misi diplomatik Palestina, Senin (16/2/2026) waktu setempat.

Pernyataan tegas ini disampaikan di tengah eskalasi kekhawatiran global mengenai situasi di wilayah konflik dan hanya beberapa hari menjelang pentingnya Sidang Dewan Keamanan PBB yang akan membahas krisis di Timur Tengah.

Dalam dialog yang berlangsung hangat namun serius, Sugiono menegaskan kembali bahwa posisi Indonesia tak tergoyahkan: mendukung hak rakyat Palestina untuk hidup merdeka dan damai, serta menyuarakan pentingnya oprasi solusi dua negara (Two-State Solution) sebagai fondasi akhir dari konflik berkepanjangan.

“Indonesia berkomitmen penuh mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina,” ujar Sugiono di sela pertemuan. Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa Jakarta tetap berpegang pada prinsip hukum internasional dan resolusi PBB dalam merespons dinamika konflik yang terus berkembang.

Diskusi antara kedua diplomat turut mencakup rencana implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 (2025), yang menjadi landasan pembentukan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dan persiapan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di wilayah Jalur Gaza.

Sugiono menyampaikan kepada Mansour bahwa Indonesia siap berkontribusi lebih jauh dalam dua inisiatif itu, termasuk tahap awal melalui dukungan bantuan kesehatan dan rekonstruksi jika diperlukan. Ini menjadi indikasi pergeseran peran Indonesia dari sekadar pendukung diplomatik menjadi bagian dari aksi kemanusiaan dan stabilisasi di kawasan konflik.

Sementara itu, Mansour menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan langsung Menlu RI di New York, yang menurutnya memperkuat solidaritas dan hubungan historis antara kedua bangsa. “Indonesia memiliki tempat istimewa di hati rakyat Palestina sejak era Dasasila Bandung 1955,” kata Mansour dalam pernyataan yang turut mengukuhkan hubungan diplomatik yang sudah terjalin lama.

Pertemuan ini dianggap sangat strategis karena berlangsung beberapa hari sebelum Sidang Dewan Keamanan PBB yang dijadwalkan pada Rabu (18/2/2026) mendatang, di mana isu Palestina dan kondisi di Gaza akan dibahas lebih rinci oleh anggota DK PBB.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.