MENU
Jepang Incar Perempat Final Piala Dunia 2026, Langkah Awal Menuju Mimp...
WA FB
Berita

Jepang Incar Perempat Final Piala Dunia 2026, Langkah Awal Menuju Mimpi Juara Dunia 2050

T Editor : Tigor Munthe | 07 Jun 2026 | 16:15 WIB
Jepang Incar Perempat Final Piala Dunia 2026, Langkah Awal Menuju Mimpi Juara Dunia 2050
Timnas Jepang. (Foto: ist)

TOKYO, Sinata.id  – Jepang datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar.

Tidak hanya ingin melampaui pencapaian terbaik mereka selama ini, Samurai Blue juga bertekad terus mendekatkan diri pada target jangka panjang menjadi juara dunia pada tahun 2050.

Mimpi tersebut sebenarnya telah dicanangkan Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) sejak puluhan tahun lalu.

Pada 1992, ketika Jepang bahkan belum pernah tampil di Piala Dunia, mereka meluncurkan program "100 Year Vision" yang menargetkan gelar juara dunia pada 2092.

Target itu kemudian dipercepat pada 2005 menjadi tahun 2050 seiring perkembangan pesat sepak bola Jepang di level internasional.

Kini, Jepang akan menjalani penampilan kedelapan secara beruntun di putaran final Piala Dunia sejak debut mereka pada 1998.

Dalam beberapa tahun terakhir, Samurai Blue juga konsisten berada di jajaran 20 besar ranking dunia dan memiliki banyak pemain yang berkarier di kompetisi elite Eropa.

Skuad asuhan Hajime Moriyasu bahkan mampu menurunkan sebelas pemain inti yang seluruhnya bermain di liga-liga top Eropa.

Nama-nama seperti Zion Suzuki, Hiroki Ito, Wataru Endo, Takefusa Kubo, Daichi Kamada hingga Ayase Ueda menjadi tulang punggung tim yang dipandang sebagai salah satu kekuatan Asia paling menjanjikan.

Meski demikian, Jepang masih memiliki pekerjaan rumah besar. Sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, pencapaian terbaik Samurai Blue hanya mencapai babak 16 besar.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Jepang sempat mencuri perhatian dunia setelah mengalahkan Jerman dan Spanyol di fase grup.

Namun langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Kroasia.

Banyak pengamat menilai kendala terbesar Jepang bukan terletak pada kualitas pemain, melainkan mentalitas dan pendekatan taktis ketika menghadapi pertandingan besar.

Pelatih Hajime Moriyasu kerap mendapat kritik karena dianggap terlalu berhati-hati saat menghadapi lawan kuat maupun pertandingan krusial.

Strategi serangan balik yang berhasil membungkam Jerman dan Spanyol memang efektif, tetapi pendekatan serupa juga dianggap membuat Jepang kehilangan inisiatif dalam beberapa laga penting.

Di Piala Dunia 2026, Jepang tergabung di Grup F bersama Belanda, Tunisia, dan Swedia.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.