MENU
Jepang Keluarkan Protes Resmi ke China Atas Tuduhan “Militerisme”
WA FB
Dunia

Jepang Keluarkan Protes Resmi ke China Atas Tuduhan “Militerisme”

R Editor : Redaksi Sinata | 16 Feb 2026 | 18:43 WIB
Jepang Keluarkan Protes Resmi ke China Atas Tuduhan “Militerisme”
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. (Ist)

Tokyo, Sinata.id — Hubungan antara dua kekuatan besar Asia kembali memanas setelah pemerintah Jepang secara resmi menyampaikan protes keras kepada Republik Rakyat China atas pernyataan yang dinilai merongrong reputasi Tokyo sebagai negara damai.

Melalui jalur diplomatik resmi pada Minggu (15/2), Tokyo menolak tuduhan yang dilontarkan oleh diplomat senior China, Wang Yi, yang menyebut adanya upaya dari unsur sayap kanan ekstrem Jepang untuk membangkitkan kembali militerisme—istilah sensitif yang membawa beban sejarah berat bagi kedua negara.

“Kami menganggap klaim tersebut tidak mencerminkan keadaan sebenarnya,” tegas pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Jepang yang diunggah lewat akun resmi di platform media sosial. Pemerintah menegaskan bahwa segala langkah yang diambil Tokyo dalam memperkuat kemampuan pertahanan adalah respons terhadap lingkungan keamanan yang semakin kompleks, bukan ancaman terhadap negara tertentu.

Isi Protes dan Reaksi Jepang

Dalam pernyataannya, Jepang mengatakan telah mengirimkan nota protes keras kepada Beijing melalui saluran diplomatik. Aksi ini dikenal dalam istilah diplomasi sebagai stern demarche – bentuk protes resmi yang menunjukkan ketidakpuasan tingkat tinggi.

Langkah ini muncul pascapernyataan Wang Yi di ajang bergengsi Munich Security Conference di Jerman, di mana ia memperingatkan publik Jepang agar tidak “terpengaruh oleh kekuatan yang ingin membangkitkan militerisme.” Ancaman retoris ini secara eksplisit membawa kembali bayang-bayang sejarah masa lalu yang sama sekali tidak dinggap Tokyo relevan saat ini.

Juru bicara pemerintah Jepang kemudian menegaskan bahwa penguatan militer negara bukan merupakan langkah menuju militerisme lama, melainkan adaptasi terhadap kondisi geopolitik di kawasan yang penuh ketegangan, terutama setelah konflik regional seperti Korea Utara dan dinamika seputar Taiwan membuat Jepang semakin sadar terhadap ancaman keamanan.

“Upaya memperkuat kemampuan pertahanan kami tidak ditujukan terhadap negara tertentu, tetapi semata-mata demi menjamin keselamatan dan kedaulatan bangsa,” ujar pernyataan resmi Kemenlu Jepang.

Akar Ketegangan

Ketegangan ini tidak terlepas dari komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi sebelumnya yang menegaskan bahwa Tokyo akan bersikap tegas jika terjadi serangan terhadap Taiwan, sebuah isu yang menjadi titik konflik tajam antara China dan negara-negara sekutu di kawasan. Sikap ini sempat memicu kritik tajam dari China sebagai campur tangan terhadap isu domestik yang sensitif.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.