Pertanyaan ini adalah bentuk intimidasi rohani yang berusaha meruntuhkan iman pemazmur, seolah-olah Tuhan telah meninggalkan dia, tidak peduli, atau tidak berdaya menolongnya.
Aplikasi untuk Kehidupan Kita Hari Ini Mazmur ini mengingatkan kita bahwa sangat wajar jika suatu saat kita merasa kering, sedih, atau merasa seolah-olah Tuhan sedang "jauh." Namun, yang luar biasa dari pemazmur adalah responsnya:
Mengarahkan Rasa Haus dengan Benar: Saat jiwanya kering, pemazmur tidak mencari "air" dari dunia (hiburan sesaat, pelarian negatif), melainkan tetap berlari kepada Allah. Jujur di Hadapan Tuhan: Ayat ini mengajarkan kita untuk berani jujur menyampaikan rasa sakit, air mata, dan keraguan kita kepada Tuhan. Dia adalah Allah yang hidup, yang mendengar dan sanggup memulihkan jiwa yang hancur.
Jika hari ini Anda merasa "haus dan lapar" secara rohani, ayat ini mengundang Anda untuk datang apa adanya ke hadirat Tuhan, karena hanya Dia yang mampu memuaskan dahaga jiwa manusia.
"Kehausan terbesar manusia bukanlah akan harta, jabatan, atau pengakuan dunia, melainkan akan hadirat Allah yang hidup. Ketika jiwa terasa kering, terluka, dan lemah oleh berbagai pergumulan, jangan mencari kepuasan dari sumber yang fana. Datanglah kepada Tuhan, karena hanya Dia yang sanggup memulihkan, menguatkan, dan memuaskan dahaga terdalam jiwa manusia.
Tetaplah berharap kepada-Nya, sebab Allah tidak pernah meninggalkan orang yang mencari-Nya dengan segenap hati. Biarlah kerinduan kepada Tuhan menjadi kebutuhan utama dalam hidup kita setiap hari."
"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." (Matius 5:6). (A27)
Tuhan Yesus memberkati kita semua cp konseling dan Doa permohonan Pdt Manser sagala MTh gembala sidang Gereja Kemenangan Iman Indonesia GKII Pekanbaru. Manna Ministry
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.