MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Jiwa yang Merindukan Tuhan: Kerinduan Rohani yang Menuntun pada Kedeka...
WA FB
Religi

Jiwa yang Merindukan Tuhan: Kerinduan Rohani yang Menuntun pada Kedekatan dengan Allah

B Editor : Brian Nicholson | 02 Jun 2026 | 05:00 WIB
Jiwa yang Merindukan Tuhan: Kerinduan Rohani yang Menuntun pada Kedekatan dengan Allah
Pdt Manser Sagala, M.Th

Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.

Kerinduan jiwa kepada Tuhan adalah salah satu puncak tertinggi dari spiritualitas manusia. Ketika Anda merasakan "jiwaku merindukan Tuhan," itu bukan sekadar emosi sesaat, melainkan tanda bahwa roh Anda sedang merespons panggilan Penciptanya. Manusia diciptakan dengan "ruang kosong" di dalam hatinya yang hanya bisa diisi oleh kehadiran Tuhan sendiri.

​Berikut adalah penjelasan mengenai kerinduan jiwa kepada Tuhan, yang berakar kuat di dalam Firman-Nya:

1. Jiwa yang Haus seperti Tanah yang Kering

Alkitab sering menggambarkan kerinduan jiwa seperti rasa haus fisik di padang gurun. Kehadiran Tuhan adalah "air kehidupan" yang menyegarkan jiwa yang letih lesu.

​Mazmur 42:2-3 ​"Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?"

​Mazmur 63:2 ​"Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau; jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair."

​Maknanya: Sama seperti rusa yang sangat membutuhkan air untuk bertahan hidup dari pemburu atau kekeringan, demikian pula jiwa kita tidak akan bisa bertahan hidup secara rohani tanpa Tuhan. Kerinduan ini adalah tanda ketergantungan penuh kita kepada-Mu.

2. Jiwa yang Menemukan Kepuasan Hanya di dalam Tuhan

Dunia menawarkan banyak hal untuk memuaskan keinginan kita kekayaan, status, atau kesenangan. Namun, Firman Tuhan menegaskan bahwa semua itu fana. Hanya Tuhan yang mampu memuaskan kerinduan terdalam jiwa manusia.

​Mazmur 107:9 ​"Sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan." ​Yohanes 6:35 ​Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi."

​Maknanya: Ketika jiwa Anda merindu, itu adalah kompas rohani yang sedang mengarahkan Anda kembali kepada sumber kepuasan yang sejati, yaitu Yesus Kristus.

3. Jiwa yang Menanti-nantikan Tuhan

Lebih dari Pengawal Menanti Pagi ​Merindukan Tuhan juga berarti ada elemen iman, kesabaran, dan pengharapan di dalamnya. Kita merindukan intervensi-Nya, suara-Nya, dan kehadiran-Nya di tengah pergumulan hidup.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.