MENU
Jubelium 100 Tahun KSFL, Kaum Religius Katolik Gotong-royong di Sianta...
WA FB
Berita

Jubelium 100 Tahun KSFL, Kaum Religius Katolik Gotong-royong di Siantar dan Ikuti Sosper

G Editor : Gunawan Purba | 18 Oct 2025 | 20:43 WIB
Jubelium 100 Tahun KSFL, Kaum Religius Katolik Gotong-royong di Siantar dan Ikuti Sosper
Gotong-royong kaum religius Katolik di Pematangsiantar

Pematangsiantar, Sinata.id – Dalam rangka jubelium 100 tahun Kongregasi Suster Fransiskan Santa Lusia (KSFL) di Indonesia, kaum religius Katolik bergotong-royong membersihkan 5 lokasi di Kota Pematangsiantar, lalu ikuti Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 11 Tahun 2012 yang digelar Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar Daud Simanjuntak.

Persisnya, gotong-royong dilakukan kaum religius Katolik yang terhimpun di Tarekat Hidup Bakti Keuskupan Agung Medan Vikariat Siantar, Sabtu 18 Oktober 2025. Peserta gotong-royong terdiri dari Pastor, Bruder, Frater dan Suster. Jumlahnya sekira 350 orang.

Ketua Panitia Tarekat Hidup Bakti, Sr Veronika Sinaga KSFL pada  Sosper Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar Ir Daud Simanjuntak MM mengatakan, gotong-royong dilakukan untuk menyelamatkan bumi dari sampah.

[caption id="attachment_15067" align="alignnone" width="300"] Peserta Sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2102 yang digelar Daud Simanjuntak[/caption]

Katanya, para Tarekat Hidup Bakti telah melaksanakan Perda Nomor 11 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah, sebelum sosper dilakukan.

Ungkap Sr Veronika, gotong-royong untuk membersihkan sampah dari drainase (parit) dan jalan dilakukan di Kecamatan Siantar Martoba, Siantar Sitalasari, Siantar Marimbun, Siantar Marihat dan Siantar Timur, sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Usai bergotong-royong membersihkan sampah, para Pastor, Bruder, Frater dan Suster selanjutnya mengikuti Sosialisasi Perda Nomor 11 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah yang digelar Daud Simanjuntak selaku anggota dewan.

Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar Daud Simanjuntak mengatakan, gotong-royong dilakukan kaum religius Katolik merupakan wujud kepedulian untuk merawat bumi sebagai tempat bersama.

Lebihg lanjut Daud berharap, di masa depan, kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan dapat menjadi kebiasaan. Baik oleh aparatur kelurahan, kecamatan dan masyarakat secara bersama-sama.

Sebelumnya, Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap menyampaikan, 100 tahun bukan sebatas persoalan waktu. Namun, juga merupakan perjalanan iman yang ditulis oleh tangan Allah, melalui kesetiaan para Suster yang mempersembahkan hidupnya.

“Marilah terus melayani semua orang, 100 tahun bukanlah akhir, tapi merupakan langkah baru. KSFL tetaplah hadir, membawa terang di bumi,” ajaknya. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.