MENU
Banner SINATA.ID
Jumlah Korban Jiwa Bencana di Sumatera Terus Bertambah, Angka Kematian...
WA FB
News

Jumlah Korban Jiwa Bencana di Sumatera Terus Bertambah, Angka Kematian Tembus 940 Orang

R Editor : Redaksi Sinata | 07 Dec 2025 | 19:34 WIB
Jumlah Korban Jiwa Bencana di Sumatera Terus Bertambah, Angka Kematian Tembus 940 Orang
Korban tewas bencana di Sumatera mencapai 940 orang, 276 dinyatakan hilang, dan ribuan lainnya luka-luka. (Ist)

Sinata.id - Gelombang duka akibat rangkaian bencana di Sumatera kian mendalam. Hingga Minggu sore (7/12/2025), jumlah korban jiwa dilaporkan terus meningkat dan kini menembus angka 940 orang.

Data tersebut dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan pembaruan terkini penanganan darurat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Informasi yang dihimpun hingga pukul 17.00 WIB mencatat, ratusan korban lainnya masih belum ditemukan.

Sebanyak 276 orang dilaporkan hilang, sementara sekitar 5.000 warga mengalami luka-luka akibat terjangan banjir dan longsor yang merusak pemukiman serta infrastruktur vital.

Tak hanya korban manusia, dampak kerusakan juga tercatat masif.

BNPB melaporkan sekitar 147 ribu unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan berbeda-beda.

Bencana ini telah meluas ke sedikitnya 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi, menjadikan situasi darurat berskala besar yang masih terus berkembang.

Wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, mencapai 172 jiwa.

Sementara itu, Aceh Utara tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengungsi paling besar, yakni sekitar 304 ribu orang yang kini bergantung pada bantuan logistik dan layanan darurat.

BNPB menegaskan bahwa angka korban masih berpotensi bertambah.

Proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung di sejumlah titik yang terisolasi akibat tumpukan material banjir dan longsor.

Hingga kini, beberapa ruas jalan utama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terputus, menghambat distribusi bantuan.

Selain akses darat, gangguan pasokan listrik dan jaringan komunikasi juga belum sepenuhnya pulih di sejumlah wilayah terdampak.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan terus mengerahkan upaya maksimal untuk mempercepat pemulihan, sembari berpacu dengan cuaca ekstrem yang masih mengintai. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.