MENU
Jumlah Penduduk Jepang Berusia 100 Tahun Tembus 92 Ribu
WA FB
Dunia

Jumlah Penduduk Jepang Berusia 100 Tahun Tembus 92 Ribu

T Editor : Tumpal Pandapotan | 04 Oct 2025 | 23:03 WIB
Jumlah Penduduk Jepang Berusia 100 Tahun Tembus 92 Ribu
Kiyotaka Mizuno. ist

Jepang, Sinata.id - Jepang mengukuhkan posisinya sebagai negara dengan populasi centenarian (warga berusia 100 tahun ke atas) yang sangat besar, dengan jumlah mencapai 92.139 orang, menurut data terbaru.

Di balik statistik mengesankan ini, tersembunyi kisah-kisah inspiratif dan rahasia hidup sehat dari para supercentenarian, seperti Shigeko Kagawa (114 tahun) dan Kiyotaka Mizuno (111 tahun).

Kedisiplinan dalam menjaga rutinitas harian menjadi benang merah yang menghubungkan kehidupan kedua orang tertua di Jepang ini.

Mereka membuktikan bahwa rahasia umur panjang tidak melulu tentang genetik, tetapi lebih pada konsistensi menjalani pola hidup sehat hingga usia senja.

Kisah Kiyotaka Mizuno (111 tahun): Disiplin dari Masa Pengawal Kaisar

Kiyotaka Mizuno, yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-111 pada 14 Maret 2024, adalah sosok yang sangat teratur. Pria asal Iwata, Prefektur Shizuoka ini memulai harinya pukul 06.30 pagi. Menu sarapannya sederhana: pisang.

Sepanjang hari, ia menjaga asupannya dengan cermat, termasuk mengonsumsi dua camilan rutin—susu dan kue bolu Jepang (castella) pukul 10.00, serta minuman probiotik dan biskuit pukul 15.00. Untuk makan malam, ia selalu menambahkan yogurt.

Kunci lainnya adalah porsi makan. Mizuno menjaga porsi makannya tetap moderat, yakni sekitar 70 persen dari kapasitas kenyang. Meski kini menghabiskan hari dengan duduk di kursi, ia tetap aktif dengan melatih tangan dan kakinya.

Kedisiplinan ini mungkin terbentuk dari masa lalunya yang penuh tantangan, mulai dari bertugas sebagai pengawal Kaisar Jepang selama Insiden 26 Februari 1936 dan Perang Dunia II, hingga bekerja sebagai petani sampai usia 80-an.

Kisah Shigeko Kagawa (114 tahun): Kebebasan dan Semangat Mandiri

Sementara itu, Shigeko Kagawa, wanita berusia 114 tahun asal Nara, memandang kebebasan dan kemandirian sebagai sumber energinya.

"Pergi ke mana pun yang saya mau, makan apapun yang saya mau, dan melakukan apapun yang saya mau. Saya bebas dan mandiri," ujarnya, menggambarkan semangat hidupnya yang masih membara.

Kagawa adalah contoh bahwa usia bukan halangan untuk tetap aktif secara intelektual. Ia menghabiskan waktunya dengan menonton TV, membaca koran menggunakan kaca pembesar, dan menulis kaligrafi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.