MENU
Kabul Memanas! 400 Orang Tewas dalam Serangan Udara, Pakistan Bantah T...
WA FB
Dunia

Kabul Memanas! 400 Orang Tewas dalam Serangan Udara, Pakistan Bantah Tuduhan

J Editor : Jansen Siahaan | 17 Mar 2026 | 21:04 WIB
Kabul Memanas! 400 Orang Tewas dalam Serangan Udara, Pakistan Bantah Tuduhan
Rangkaian ledakan yang terjadi di Kabul, Afghanistan. (news18)

Kabul, Sinata.id – Serangan udara mematikan dilaporkan terjadi di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Senin (16/3/2026) malam.

Otoritas Taliban mengeklaim serangan tersebut menewaskan sedikitnya 400 orang dan melukai sekitar 250 lainnya.

Serangan disebut menghantam sebuah fasilitas rehabilitasi narkoba di Kabul. Peristiwa ini menjadi salah satu insiden paling berdarah dalam eskalasi konflik antara Afghanistan dan Pakistan dalam beberapa waktu terakhir.

Saksi mata menggambarkan kondisi di lokasi kejadian sangat mengerikan. Bangunan dilaporkan hancur dan terbakar, menyisakan puing-puing material.

Seorang pasien bernama Ahmad (50) mengaku mendengar beberapa ledakan saat para pasien tengah menyelesaikan ibadah salat Isya.

“Seluruh tempat terbakar. Rasanya seperti hari kiamat,” ujarnya.

Petugas medis dan tim penyelamat hingga keesokan harinya masih berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan.

Pakistan Bantah Serang Fasilitas Sipil

Pemerintah Pakistan membantah keras tuduhan bahwa pihaknya menargetkan fasilitas sipil. Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menyatakan bahwa operasi militer yang dilakukan merupakan serangan presisi yang menyasar infrastruktur militer dan kelompok teroris.

Ia juga menyebut adanya indikasi ledakan sekunder di lokasi, yang menurutnya menunjukkan keberadaan gudang amunisi.

Pakistan menilai klaim yang disampaikan pihak Afghanistan tidak akurat dan berpotensi menyesatkan opini publik internasional.

Konflik Perbatasan Kian Memanas

Insiden ini memperburuk hubungan kedua negara yang telah lama bersitegang di sepanjang perbatasan lebih dari 2.600 kilometer.

Ketegangan meningkat setelah Pakistan menuduh Afghanistan melindungi kelompok militan yang melakukan serangan lintas batas. Tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Taliban.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara dilaporkan saling melancarkan serangan, termasuk terhadap fasilitas militer dan infrastruktur strategis.

Upaya Mediasi dan Sorotan Internasional

Sebelumnya, China menyatakan kesiapan untuk memediasi konflik antara kedua negara guna mencegah eskalasi lebih luas. Namun, serangan terbaru ini dinilai memperkecil peluang tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat.

Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Afghanistan, Richard Bennett, menyatakan keprihatinannya atas jatuhnya korban sipil dan mendesak semua pihak menahan diri.

Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi hukum internasional, khususnya terkait perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas publik seperti rumah sakit.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.