Mobil Camry yang ia gunakan saat pesta disebut hanyalah mobil sewaan, sementara cek Rp3 miliar yang menjadi mahar utama tidak bisa dicairkan di bank mana pun.
Warga sekitar mengaku sempat melihat Tarman meninggalkan rumah Shela secara tergesa-gesa. “Katanya mau urus bisnis di luar kota, eh sampai sekarang enggak balik-balik,” ujar salah satu tetangga, dilansir Kompascom, Jumat (10/10/2025).
Publik pun semakin geram. Di TikTok, tagar #CEOPenipu dan #KakekRp3M ramai digunakan untuk menyindir sang kakek.
Banyak yang membandingkan aksinya dengan penipuan “berkelas” karena dilakukan dengan citra pengusaha sukses.
Keluarga Membantah
Meski kabar pelarian Tarman sudah viral, keluarga mempelai perempuan justru membantah.
Ibunda Shela, Kana Kumalasari, menegaskan bahwa menantunya tidak kabur, melainkan tengah bulan madu bersama anaknya.
“Itu berita hoaks, aslinya enggak benar. Mereka sempat pamitan. Cek Rp3 miliar itu juga asli, katanya mau dicairkan tanggal 10 Oktober,” ujarnya kepada wartawan.
Namun, klarifikasi tersebut justru menimbulkan perdebatan baru. Warganet bertanya-tanya, jika benar bulan madu, mengapa pihak keluarga tak mengetahui ke mana pasangan itu pergi dan mengapa mobil mewah yang sempat jadi simbol kekayaan malah ditinggalkan di Pacitan.
Kapolsek Bandar, Iptu Diko, mengatakan pihaknya telah menghubungi kedua mempelai lewat video call.
“Keduanya dalam keadaan baik-baik saja,” ujarnya singkat.
Meski begitu, polisi tetap memantau kabar keberadaan Tarman karena laporan dugaan penipuan sudah mulai bermunculan dari masyarakat.
Tarman Sosok Misterius yang Mengaku "Pengusaha Besar"
Jejak digital Tarman mulai terbuka sedikit demi sedikit. Beberapa warga Wonogiri mengaku mengenalnya sebagai mantan terpidana kasus investasi bodong, yang sempat menggunakan gelar “Direktur Utama” dan “CEO perusahaan bus.”
Kepala Desa Ngepungsari, Paryanto, juga membenarkan bahwa pria tersebut pernah tinggal di wilayahnya namun bukan warga asli desa.
“Dulu sempat menikah dengan warga sini, tapi sudah cerai sejak 2021. Setelah itu enggak pernah kelihatan lagi,” kata Paryanto.
Pihak Kepala Desa Jeruk, tempat berlangsungnya akad nikah, juga mengaku terkejut. “Benar, pernikahan itu di desa kami. Tapi kami belum tahu keaslian ceknya. Bisa saja simbolis,” jelas Haris Kuswanto.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.