MENU
Kapal Malaysia dan Thailand Diizinkan Lewat Selat Hormuz, Tanker Perta...
WA FB
Dunia

Kapal Malaysia dan Thailand Diizinkan Lewat Selat Hormuz, Tanker Pertamina Masih Tertahan

J Editor : Jansen Siahaan | 28 Mar 2026 | 23:37 WIB
Kapal Malaysia dan Thailand Diizinkan Lewat Selat Hormuz, Tanker Pertamina Masih Tertahan
Personel militer Iran melalui Selat Hormuz. (gettyimages)

Teheran, Sinata.id – Pemerintah Iran memberikan izin kepada kapal tanker Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik kawasan.

Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, dalam pernyataan resminya.

Anwar mengatakan pihaknya tengah memproses kepulangan kapal tanker beserta awaknya agar dapat kembali ke Malaysia dengan aman.

“Kami sedang dalam proses memulangkan kapal tanker minyak Malaysia beserta para pekerjanya agar dapat melanjutkan perjalanan pulang,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Kamis (26/3/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas izin yang diberikan.

Di tengah situasi tersebut, Anwar mengingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz berpotensi memengaruhi pasokan energi global, termasuk Malaysia. Namun, ia menilai negaranya masih berada dalam posisi relatif aman berkat kemampuan Petronas dalam menjaga stabilitas pasokan energi.

Kapal Thailand Juga Berhasil Melintas

Selain Malaysia, kapal tanker milik Thailand juga dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah adanya koordinasi diplomatik dengan Iran.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil komunikasi langsung dengan otoritas Iran.

Sebelumnya, kapal berbendera Thailand, Mayuree Naree, sempat diserang proyektil di kawasan tersebut pada 11 Maret 2026, menandakan tingginya risiko pelayaran di jalur strategis itu.

Iran: Selat Hormuz Tetap Terbuka untuk Negara Bersahabat

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup. Namun, akses hanya diberikan kepada negara-negara yang dianggap bersahabat atau telah melakukan koordinasi dengan pemerintah Iran.

“Sejumlah negara seperti China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India telah berkoordinasi dengan kami dan diberikan pengawalan untuk melintas dengan aman,” ujarnya.

Sebaliknya, kapal yang terkait dengan negara yang dianggap sebagai pihak dalam konflik, seperti Amerika Serikat dan Israel, tidak diizinkan melintas.

Lalu Lintas Kapal Menurun Drastis

Data pelayaran menunjukkan penurunan signifikan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz. Sepanjang Maret 2026, hanya sekitar 99 kapal yang melintas, atau rata-rata lima hingga enam kapal per hari.

Angka ini jauh menurun dibandingkan kondisi normal sebelum konflik, yang mencapai sekitar 138 kapal per hari. Padahal, jalur ini merupakan salah satu rute vital yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.