Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH
Mazmur 103:8 dengan tegas menyatakan bahwa Tuhan adalah Pengasih dan Penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Sifat ilahi inilah yang menjadi dasar kehidupan orang percaya dalam menjalani setiap musim kehidupan, baik dalam kelimpahan maupun dalam pergumulan.
Dalam rangkaian Sarapan Pagi Kristen, pelayanan YouTube Prison Hospital Crusade Daniel Pardede Ministry mengangkat tema besar tentang kasih sejati sebagaimana tertulis dalam 1 Korintus 13. Kasih yang sempurna memiliki sembilan muatan utama, dan pembahasan dimulai dari fondasi terpenting, yakni kasih itu sabar.
Kesabaran bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan rohani yang bersumber langsung dari karakter Allah. Alkitab menegaskan bahwa karena kesabaran-Nya, Tuhan menegur, mengingatkan, dan mengajar manusia agar menyadari dosa, bertobat, dan berbalik kepada jalan yang benar, sehingga terluput dari hukuman dosa (2 Petrus 3:9,15).
Raja Salomo, dengan hikmat yang Tuhan berikan, menyampaikan pesan yang sangat relevan hingga hari ini. Dalam Amsal 16:32 dikatakan bahwa orang yang sabar melebihi pahlawan, dan orang yang mampu menguasai dirinya lebih besar daripada orang yang merebut kota. Pernyataan ini menegaskan bahwa pengendalian diri dan kesabaran adalah kemenangan sejati.
Dalam kehidupan sehari-hari, kesabaran dan ketenangan merupakan modal utama untuk meraih keberhasilan yang utuh dan berkelanjutan. Sebaliknya, sikap tergesa-gesa, gegabah, dan dikuasai emosi sering kali menghasilkan kegagalan atau keberhasilan yang tidak maksimal.
Oleh karena itu, umat Tuhan diajak untuk senantiasa menjaga jiwa dan batin dari sikap-sikap yang merusak, seperti kesombongan, egoisme, nafsu rendah, merasa paling benar, serta keinginan menang sendiri. Sikap-sikap tersebut tidak hanya melemahkan iman, tetapi juga menutup pintu keberhasilan yang sejati.
Alkitab mencatat bagaimana Yehuda memperoleh kemenangan atas Israel karena mereka mengandalkan Tuhan dan dengan penuh kesabaran menantikan pertolongan-Nya (2 Tawarikh 13:16–18). Demikian pula Daud, yang berulang kali dilepaskan dari genggaman musuh karena kesabarannya menantikan waktu dan karya Tuhan dalam hidupnya.
Sebagai penutup, marilah setiap orang percaya belajar untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan diri, kecerdasan pikiran, atau kemampuan jasmani. Bersabarlah, nantikan Tuhan, dan serahkan setiap rencana serta tindakan kepada-Nya. Sebab di dalam kesabaran yang bersandar penuh kepada Tuhan, terdapat kemenangan dan keberhasilan yang utuh dan sempurna.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.