Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.
Pesan rohani tentang bahaya kesombongan kembali diingatkan melalui renungan yang disampaikan dalam program “Sarapan Pagi Kristen” dari YouTube Prison Hospital Crusade Daniel Pardede Ministry. Renungan tersebut menekankan bahwa kesombongan merupakan salah satu dosa yang kerap tidak disadari, namun dapat membawa manusia pada kejatuhan.
Dalam Mazmur 138:6 disebutkan, “Tuhan itu maha tinggi, namun Dia melihat orang yang hina dan mengenal orang yang sombong dari jauh.” Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan menghargai kerendahan hati, sementara kesombongan justru menjauhkan manusia dari kasih karunia-Nya.
Renungan tersebut juga menyinggung kisah pertempuran antara Daud dan Goliat dalam 1 Samuel 17. Goliat digambarkan sebagai prajurit yang berpengalaman, bertubuh besar, dan diperlengkapi senjata perang. Ia memandang rendah Daud yang hanya seorang gembala muda dengan perlengkapan sederhana. Namun Daud tidak mengandalkan kekuatan fisik, melainkan iman kepada Tuhan. Dalam pertempuran itu, Daud berhasil mengalahkan Goliat, menunjukkan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh kekuatan manusia, melainkan oleh pertolongan Tuhan.
Selain itu, pesan tentang pentingnya menjaga perkataan juga disampaikan melalui Amsal 21:23–24. Ayat tersebut menegaskan bahwa orang yang memelihara mulut dan lidahnya akan terhindar dari kesukaran, sedangkan kesombongan melahirkan keangkuhan yang membawa masalah.
Melalui renungan ini, umat diingatkan untuk selalu menguji hati dan batin, apakah masih ada kesombongan yang tersembunyi. Kerendahan hati, ketaatan, serta hidup yang takut akan Tuhan menjadi kunci agar manusia tetap berada dalam pemeliharaan-Nya.
Kerendahan hati bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan iman yang sejati. Saat manusia merendahkan diri di hadapan Tuhan, di situlah pintu pertolongan dan kemenangan dibukakan, sebab Tuhan meninggikan orang yang hidup dalam kasih tanpa kesombongan. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.