MENU
Kasus Flu di Amerika Serikat Capai Level Tinggi, CDC Rilis Data Terbar...
WA FB
Dunia

Kasus Flu di Amerika Serikat Capai Level Tinggi, CDC Rilis Data Terbaru

J Editor : Jansen Siahaan | 18 Jan 2026 | 13:20 WIB
Kasus Flu di Amerika Serikat Capai Level Tinggi, CDC Rilis Data Terbaru
Ilustrasi menderita influenza. (rumahsakitfathmamedika)

Washington, Sinata.id- Kasus influenza di seluruh Amerika Serikat (AS) saat ini berada pada level tinggi berdasarkan data terbaru Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS.

CDC memperkirakan, sepanjang musim flu tahun ini telah terjadi sedikitnya 18 juta kasus, 230 ribu rawat inap, serta 9.300 kematian akibat influenza.

Berdasarkan laporan CDC, sebanyak 14 negara bagian tercatat mengalami tingkat penyakit mirip flu dalam kategori “sangat tinggi”, sementara 19 negara bagian lainnya berada pada kategori “tinggi”. Data tersebut dikutip dari laporan ABC News, Minggu (18/1/2025).

Selama pekan yang berakhir pada 10 Januari, tercatat sedikitnya 15 kematian akibat flu pada anak-anak, sehingga total kematian anak sepanjang musim flu ini mencapai 32 kasus. Sebagai perbandingan, pada musim flu sebelumnya tercatat 289 kematian anak, angka tertinggi sejak CDC mulai melakukan pelacakan pada tahun 2004.

CDC menegaskan bahwa terdapat keterlambatan dalam pelaporan kematian anak, sehingga jumlah kasus sebenarnya kemungkinan lebih tinggi dari yang tercatat saat ini.

Dari data anak-anak yang memenuhi syarat vaksinasi dan status vaksinasinya diketahui, 90 persen kematian anak akibat flu musim ini terjadi pada anak yang belum mendapatkan vaksin influenza secara lengkap.

CDC juga melaporkan bahwa sekitar 18,6 persen hasil tes influenza menunjukkan hasil positif pada pekan yang berakhir 10 Januari. Angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Penurunan serupa juga terlihat pada proporsi kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan akibat penyakit pernapasan, yang tercatat sebesar 5,3 persen pada periode yang sama.

Berdasarkan hasil pemantauan laboratorium, mayoritas kasus flu musim ini berkaitan dengan strain yang dikenal sebagai subclade K, yaitu varian dari virus H3N2, yang merupakan subtipe influenza A.

Subclade K diketahui telah beredar sejak musim panas di sejumlah negara dan menjadi pemicu lonjakan kasus flu di Kanada, Jepang, dan Inggris.

Dari 547 sampel virus H3N2 yang diuji sejak 28 September dan menjalani pemeriksaan lanjutan, lebih dari 90 persen di antaranya teridentifikasi sebagai subclade K, menurut data CDC.

“Jika melihat apa yang kami temukan dalam sistem pemantauan kami dan informasi dari layanan kesehatan lokal, kondisi ini cukup sejalan dengan apa yang terjadi di masyarakat saat ini,” ujar Dr. Aaron Milstone, Direktur Pencegahan Infeksi Pediatrik di Johns Hopkins Health System, kepada ABC News.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.