Pelaksanaan layanan mobile dengan turun langsung ke lokasi atau hotspot populasi kunci seperti pekerja seks perempuan (WPS), lelaki seks dengan lelaki (LSL), dan waria untuk melakukan tes serta edukasi HIV.
Pemeriksaan HIV pada kelompok berisiko, termasuk ibu hamil, pasien tuberkulosis (TB), serta populasi kunci, sehingga jika terdeteksi positif HIV dapat segera mendapatkan pengobatan ARV.
Dinkes Kota Pematangsiantar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pencegahan, pengendalian, serta pelayanan HIV secara komprehensif guna menekan angka penularan dan meningkatkan kualitas hidup ODHIV di daerah tersebut. (SN10)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.