MENU
Kebakaran Mal di Pakistan: 67 Tewas, Jenazah Tak Utuh Sulit Diidentifi...
WA FB
Berita

Kebakaran Mal di Pakistan: 67 Tewas, Jenazah Tak Utuh Sulit Diidentifikasi

T Editor : Tumpal Pandapotan | 25 Jan 2026 | 00:38 WIB
Kebakaran Mal di Pakistan: 67 Tewas, Jenazah Tak Utuh Sulit Diidentifikasi
Korban tewas kebakaran mal di Pakistan tembus 67 jiwa

Islamabad, Sinata.id – Jumlah korban tewas dalam kebakaran besar yang melanda mal Gul Plaza di Karachi, Pakistan, bertambah menjadi 67 orang hingga Kamis (22/1/2026), enam hari setelah peristiwa tersebut terjadi.

Otoritas setempat menyatakan proses identifikasi korban masih berlangsung seiring upaya pencarian yang terus dilakukan di lokasi kejadian.

Dokter bedah kepolisian Karachi, dr. Summaiya Syed, menyebutkan tim penyelamat masih mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan mal berlantai tiga tersebut.

Ia menjelaskan sebagian besar jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh, sehingga menyulitkan proses identifikasi.

Jumlah korban tewas itu dikonfirmasi pejabat senior kepolisian Karachi, Asad Raza.

Sebelumnya, pihak berwenang melaporkan 34 orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) malam.

Keluarga korban sejak beberapa hari terakhir berkumpul di sekitar lokasi kebakaran dan sejumlah rumah sakit. Mereka menyerahkan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi.

Sejumlah keluarga dilaporkan berupaya memasuki gedung mal secara paksa dan menyampaikan kritik terhadap proses evakuasi yang dinilai berjalan lambat.

“Mereka tidak melakukan pencarian dengan benar,” kata salah seorang anggota keluarga korban, Khair-un-Nisa, seperti dikutip Associated Press, Jumat (23/1/2026).

Sejumlah kerabat korban menilai lebih banyak nyawa dapat diselamatkan apabila pemerintah bertindak lebih cepat.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait tudingan tersebut.

Untuk mencegah risiko tambahan, aparat kepolisian dikerahkan di sekitar mal guna menghalau keluarga korban memasuki bangunan yang dinilai tidak stabil akibat kebakaran.

Tim penyelamat tetap melanjutkan pencarian dengan prosedur kehati-hatian.

Penyelidik menyebut kebakaran terjadi saat sebagian besar pemilik toko tengah menutup gerai mereka.

Pemerintah Provinsi Sindh sebelumnya melaporkan sekitar 70 orang dinyatakan hilang setelah api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu api.

Seorang juru bicara pemerintah setempat pada Jumat (23/1/2026) menyatakan pemeriksaan post-mortem terhadap 67 jenazah telah selesai dan analisis DNA masih berlangsung.

“Identitas delapan orang telah dikonfirmasi melalui analisis DNA,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP.

Pemerintah Provinsi Sindh mengumumkan akan memberikan santunan sebesar 10 juta rupee Pakistan atau sekitar 35.720 dolar AS kepada masing-masing keluarga korban.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.