MENU
Kecam Perilaku Gus Elham Yahya, PBNU Bentuk Satuan Tugas SAKA Jaga Mar...
WA FB
News

Kecam Perilaku Gus Elham Yahya, PBNU Bentuk Satuan Tugas SAKA Jaga Marwah Dakwah Islam

R Editor : Redaksi Sinata | 12 Nov 2025 | 19:40 WIB
Kecam Perilaku Gus Elham Yahya, PBNU Bentuk Satuan Tugas SAKA Jaga Marwah Dakwah Islam
Ketua PBNU, Alissa Wahid. (Ist)

Sinata.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat suara keras menyesalkan perilaku pendakwah Elham Yahya Luqman atau Gus Elham yang dinilai tidak mencerminkan akhlakul karimah serta bertentangan dengan ajaran Islam.

Dalam pernyataannya, PBNU menegaskan bahwa perilaku yang merendahkan martabat manusia, apalagi terhadap anak-anak, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah Islam yang berlandaskan kasih sayang.

“Perbuatan seperti itu mencederai esensi dakwah yang seharusnya menjadi teladan bagi umat. Dakwah harus menebarkan kebaikan, bukan justru merendahkan,” tegas Ketua PBNU, Alissa Wahid, melalui pernyataan resmi Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA) PBNU, Rabu (12/11/2025).

Menjaga Marwah Dakwah dan Nilai Kemanusiaan

PBNU menegaskan kembali bahwa Nahdlatul Ulama berdiri di atas prinsip Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah, yang menekankan keseimbangan antara keimanan, akal sehat, dan akhlak mulia.

Karena itu, segala bentuk tindakan yang mencederai maqashid syariah, terutama perlindungan terhadap kehormatan manusia (hifdz al-‘irdh), tidak dapat ditoleransi, tanpa memandang usia, jabatan, atau status sosial pelaku maupun korban.

“Prinsip maqashid syariah adalah landasan dakwah yang harus dijaga oleh setiap pendakwah. Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk melanggarnya,” ujar Alissa Wahid.

Penghormatan kepada Ulama Harus Disertai Akhlak

PBNU juga mengingatkan, penghormatan kepada para kiai, nyai, dan pendakwah tidak hanya karena kedudukan atau popularitas, melainkan karena keilmuan, kearifan, dan tanggung jawab moralnya sebagai pengayom umat.

“Seorang kiai atau pendakwah adalah guru. Sudah sepatutnya menjadi panutan, digugu dan ditiru, bukan malah mencoreng amanah dakwah dengan perilaku tercela,” tegas Alissa.

Pembentukan Satuan Tugas Anti Kekerasan Pesantren

Sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan, PBNU telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA).

Tim ini aktif melakukan investigasi, pendampingan, serta edukasi terhadap berbagai kasus kekerasan, pelecehan, dan penyalahgunaan otoritas di lingkungan pesantren yang berafiliasi dengan NU.

“SAKA adalah bukti nyata komitmen PBNU menjaga marwah pesantren agar tetap menjadi ruang pendidikan yang aman, beradab, dan penuh kasih sayang,” jelasnya.

PBNU mengajak seluruh jamaah dan masyarakat luas untuk turut menciptakan ruang dakwah dan pendidikan yang bermartabat bagi semua, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, santri, dan perempuan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.