MENU
Kehidupan yang Berkenan di Hadapan Tuhan
WA FB
Religi

Kehidupan yang Berkenan di Hadapan Tuhan

F Editor : Ferry SP Sinamo | 14 Oct 2025 | 05:02 WIB
Kehidupan yang Berkenan di Hadapan Tuhan
Pdt. Manser Sagala, M.Th.

Ibrani 12:14 (TB): “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.”

Penjelasan : Kekudusan berarti hidup yang dipisahkan bagi Allah. Ini bukan berarti tidak pernah jatuh dalam dosa, tetapi selalu mau bertobat dan diperbaharui oleh kasih karunia Tuhan. Kekudusan adalah hasil dari penyerahan total kepada Roh Kudus yang bekerja di dalam hati kita.

4. Menyerupai Kristus dan Hidup dalam Kasih

Teladan tertinggi kehidupan yang berkenan kepada Bapa adalah Tuhan Yesus sendiri. Ia hidup dalam kasih, kerendahan hati, dan ketaatan sampai mati di kayu salib.

1 Yohanes 2:6 (TB): “Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”

Efesus 5:1-2 (TB): “Jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”

Markus 12:30-31 (TB): “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, jiwamu, akal budimu, dan kekuatanmu Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Penjelasan: Mengasihi Tuhan berarti menempatkan Dia di atas segala-galanya. Mengasihi sesama berarti meneladani hati Kristus yang rela berkorban. Kasih adalah tanda pengenal sejati anak-anak Allah.

Penutup (Kata Pamungkas sesuai Firman Tuhan)

Hidup yang berkenan di hadapan Tuhan adalah perjalanan iman yang terus dibentuk oleh kasih dan kuasa Roh Kudus. Kita tidak mungkin melakukannya dengan kekuatan sendiri, tetapi hanya melalui kasih karunia Kristus.

Mikha 6:8 (TB): “Telah diberitahukan kepadamu, hai manusia, apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN daripadamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”

Kiranya hidup kita menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan—hidup yang dipenuhi iman, kasih, dan kekudusan, agar pada akhirnya kita layak disebut hamba yang baik dan setia.(A27).

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Cp Konseling: 0812 762 709 Pdt. Manser Sagala

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.