MENU
Kekalahan dari Barcelona Akhiri Karier Xabi Alonso di Madrid
WA FB
News

Kekalahan dari Barcelona Akhiri Karier Xabi Alonso di Madrid

J Editor : Jansen Siahaan | 13 Jan 2026 | 09:49 WIB
Kekalahan dari Barcelona Akhiri Karier Xabi Alonso di Madrid
Xabi Alonso. (afp)

Madrid, Sinata.id — Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama setelah kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi, Senin (12/1/2026).

Dalam pernyataan resmi di situs klub pada Selasa (13/1/2026), Real Madrid menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara manajemen klub dan sang pelatih.

“Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjabat sebagai pelatih tim utama. Keputusan ini diambil atas dasar kesepakatan bersama,” tulis pernyataan klub.

Manajemen Los Blancos juga menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tinggi kepada Alonso. Klub menegaskan bahwa mantan gelandang timnas Spanyol itu akan selalu memiliki tempat istimewa di hati para Madridista.

Performa dan Tekanan Kompetisi

Pemecatan Alonso terjadi di tengah tekanan hasil pertandingan, terutama setelah kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Selain itu, Real Madrid juga tertinggal empat poin dari Barcelona dalam klasemen sementara LaLiga.

Alonso mulai menangani Real Madrid sejak 1 Juni 2025, setelah mencatatkan kesuksesan besar bersama Bayer Leverkusen. Pada musim 2023/2024, ia mempersembahkan gelar ganda domestik dan membawa klub Jerman tersebut ke final Liga Europa.

Awal kepemimpinannya di Madrid sempat menjanjikan. Alonso membawa Los Blancos melaju ke semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 dan mencatatkan 13 kemenangan dari 14 pertandingan awal, kecuali kekalahan telak 2-5 dalam derbi melawan Atletico Madrid pada September 2025.

Namun, kekalahan 0-1 dari Liverpool pada 4 November 2025 menjadi awal periode sulit. Dalam delapan pertandingan berikutnya, Madrid hanya meraih dua kemenangan. Meski sempat bangkit dengan lima kemenangan beruntun, manajemen klub menilai performa tersebut belum cukup meyakinkan untuk mempertahankannya.

Statistik dan Dinamika Internal

Selama menangani Real Madrid, Alonso mencatatkan 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan enam kekalahan, dengan persentase kemenangan mencapai 70,6 persen. Meski demikian, posisi Madrid di LaLiga yang tertinggal dari Barcelona menjadi pertimbangan penting bagi manajemen klub yang dikenal menuntut hasil instan.

Sorotan muncul ketika Vinícius tidak menyampaikan pesan perpisahan di media sosial, berbeda dengan Kylian Mbappé yang secara terbuka memberikan ucapan kepada Alonso.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.