Oleh: Pdt Manser Sagala,M.Th.
Kekudusan bukan sekadar pilihan bagi orang percaya, melainkan sebuah panggilan mendasar.
*Dalam bahasa Ibrani, kata kudus adalah Qadosh, yang berarti "dipisahkan" atau "dikhususkan" untuk Tuhan.*
*Berikut adalah penjelasan mengenai kekudusan :*
*1. Dasar Kekudusan:*
*Sifat Allah Sendiri*
Alasan utama mengapa kita harus hidup kudus adalah karena Allah yang kita sembah adalah kudus. Kekudusan adalah atribut utama-Nya.
Imamat 19:2: "Berbicaralah kepada segenap jemaat Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus."
1 Petrus 1:15-16: "Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."
*2. Tujuan Pemanggilan Kita*
Tuhan menyelamatkan kita bukan hanya agar kita masuk surga, tetapi agar kita hidup dalam kekudusan selama di bumi. Kekudusan adalah identitas baru kita di dalam Kristus.
Efesus 1:4: "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."
1 Tesalonika 4:7: "Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus."
*3. Syarat untuk Melihat Tuhan*
Kekudusan memiliki dimensi relasional. Tanpa kekudusan, hubungan kita dengan Tuhan terhambat, karena terang tidak dapat bersatu dengan kegelapan.
Ibrani 12:14: "Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan."
Matius 5:8: "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah."
*4. Tubuh sebagai Bait Roh Kudus*
Kekudusan tidak hanya soal roh, tetapi juga bagaimana kita menjaga tubuh kita sebagai persembahan yang hidup.
1 Korintus 6:19-20: "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu... Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"
Roma 12:1: "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
"
*5. Bagaimana Kita Menjadi Kudus?*
Kita tidak bisa menjadi kudus dengan kekuatan sendiri.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.