Tapanuli Utara, Sinata.id – Menjelang musim tanam tahun ini, para petani di Desa Partali Julu, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Phonska.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan petani karena berpotensi mengganggu produktivitas pertanian hingga berujung pada gagal panen pada musim mendatang.
Salah satu petani, Jessi Simanjuntak, yang juga Ketua Kelompok Tani (Poktan) Maju Pagaran, mengungkapkan bahwa sejak Januari 2026 hingga saat ini, kelompoknya hanya menerima 25 zak pupuk. Padahal, berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan jumlah anggota 22 orang, kebutuhan pupuk mencapai 200 zak.
“Sejak Januari hingga sekarang, kami hanya menerima 25 zak, padahal kebutuhan sesuai RDKK sebanyak 200 zak,” ujar Jessi, Rabu (6/5/2026).
Jessi menjelaskan, pada Selasa (5/5/2026), pihaknya telah mendatangi Kantor Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Taput untuk mempertanyakan persoalan tersebut. Kedatangan mereka diterima oleh salah satu staf, Eva Parasibu.
Namun, menurut Jessi, jawaban yang diberikan dinilai kurang memuaskan. Eva menyatakan bahwa Distan tidak mengetahui secara langsung terkait penyaluran pupuk bersubsidi.
“Dinas hanya mengusulkan kebutuhan pupuk sesuai RDKK,” ujar Jessi menirukan penjelasan dari pihak dinas.
Situasi tersebut sempat memicu perdebatan antara petani dengan pihak dinas, lantaran para petani merasa keresahan mereka tidak mendapat perhatian serius, terutama menjelang masa panen.
Di tengah perdebatan tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Revans Nababan, turut hadir dan menyarankan agar para petani menanyakan langsung kepada pihak Perseroda yang ditunjuk sebagai penyalur pupuk bersubsidi.
Jessi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang dialami petani, khususnya di Desa Partali Julu.
“Kami berharap pemerintah memperhatikan nasib petani di Taput, khususnya di desa kami. Saat ini kami juga menghadapi serangan hama tikus yang berpotensi menyebabkan gagal panen,” ujarnya. (SN15)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.