MENU
Kemenkes Ungkap 62 Kasus \'Super Flu\' H3N2 di 8 Provinsi
WA FB
News

Kemenkes Ungkap 62 Kasus \'Super Flu\' H3N2 di 8 Provinsi

T Editor : Tumpal Pandapotan | 03 Jan 2026 | 22:19 WIB
Kemenkes Ungkap 62 Kasus \'Super Flu\' H3N2 di 8 Provinsi
Gambar ilustrasi. AI

Jakarta, Sinata.id – Kementerian Kesehatan melaporkan temuan 62 kasus infeksi varian baru virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai “super flu” di Indonesia.

Kementerian mencatat kasus tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Data Kemenkes menunjukkan, kelompok anak usia 1 hingga 10 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terpapar, yakni sekitar 35 persen dari total kasus. Sementara berdasarkan jenis kelamin, perempuan mendominasi temuan dengan proporsi mencapai 64 persen.

Kondisi ini mendorong perhatian lebih terhadap upaya pencegahan, khususnya pada anak-anak.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K), menegaskan bahwa pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan risiko penularan super flu pada anak.

Ia menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dr Nastiti, langkah pencegahan meliputi penggunaan masker, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dari orang yang sedang sakit, serta membatasi kontak dekat saat kondisi tubuh tidak fit.

Selain itu, imunisasi influenza juga dianjurkan sebagai perlindungan tambahan, terutama bagi balita.

“Perilaku hidup bersih dan sehat harus diterapkan secara konsisten. Masker, cuci tangan, dan imunisasi influenza merupakan bagian penting dari pencegahan,” ujar dr Nastiti.

Ia menambahkan, menjaga daya tahan tubuh juga berperan penting, antara lain dengan istirahat yang cukup, memperbanyak konsumsi air putih, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Orang tua juga diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala berat atau tanda bahaya.

Selain itu, dr Nastiti mengingatkan pentingnya penerapan etika batuk dan bersin, seperti menutup mulut dan hidung, untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Terkait vaksinasi, dr Nastiti menyebut vaksin influenza yang tersedia saat ini masih efektif dalam mencegah penularan serta menurunkan tingkat keparahan gejala, meskipun varian subclade K disebut memiliki daya sebar yang lebih tinggi.

Berdasarkan data, vaksin influenza mampu menurunkan angka kematian dan rawat inap hingga 70–75 persen pada anak-anak, serta 30–40 persen pada orang dewasa.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.