MENU
Kesembuhan Jiwa Membuka Jalan Mengerti Kehendak Allah
WA FB
Religi

Kesembuhan Jiwa Membuka Jalan Mengerti Kehendak Allah

F Editor : Ferry SP Sinamo | 28 Nov 2025 | 11:33 WIB
Kesembuhan Jiwa Membuka Jalan Mengerti Kehendak Allah
Ps. Dion Panomban.

Oleh: Pastor Dion Panomban Abba Home Family – Jumat, 28 November 2025. Dalam persekutuan saat teduh pagi ini, jemaat Abba Home Family diajak memasuki refleksi mendalam mengenai pentingnya kesembuhan jiwa sebagai langkah awal untuk mengalami perubahan hidup yang sejati. Tema ini ditarik dari kebenaran Firman dalam Roma 12:2 yang menegaskan bahwa pembaharuan budi adalah kunci untuk mengerti kehendak Allah yang baik, berkenan, dan sempurna.

Disampaikan bahwa banyak orang percaya sebenarnya rindu memahami kehendak Tuhan, namun sering terhalang oleh kondisi hati yang belum sepenuhnya dipulihkan. Dalam perjalanan hidup, seseorang dapat membawa luka, kekecewaan, pengalaman pahit, dan pola pikir lama yang mengeraskan hati. Tanah hati menjadi tidak subur karena dipenuhi “semak duri”, “batu-batu”, dan kekerasan yang terbentuk akibat tekanan atau perlakuan orang lain.

Hati yang demikian sulit menerima Firman dan sulit memahami suara Tuhan. Karena itu, kesembuhan jiwa bukan hanya penting, tetapi menjadi kebutuhan utama bagi mereka yang ingin bertumbuh secara rohani dan hidup dalam rencana Allah.

Pembacaan Alkitab: Efesus 4:2–7 (TB)

(2) “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” (3) “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.” (4) “Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,” (5) “satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,” (6) “satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.” (7) “Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.”

Dalam bagian ini, Rasul Paulus menjelaskan fondasi kehidupan Kristen: hidup dalam kerendahan hati, karakter yang lembut, kesabaran, dan kasih yang diwujudkan melalui tindakan saling menolong. Selain itu, Paulus menekankan pentingnya menjaga kesatuan tubuh Kristus, bukan dengan paksaan, tetapi melalui roh damai sejahtera.

Pertanyaan Perenungan.

1. Apa maksud ayat 7? Bahwa setiap orang percaya menerima kasih karunia dari Kristus dalam ukuran yang berbeda-beda, sesuai panggilan dan tugas yang Tuhan tetapkan.

2. Apa kaitan kasih dengan saling membantu? (ayat 2) Kasih sejati tidak berhenti pada perasaan, tetapi harus tampak dalam tindakan konkret untuk menolong sesama.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.