Ia menekankan bahwa dalam era arus informasi digital yang sangat cepat, media tidak boleh terjebak dalam perlombaan menjadi yang tercepat hingga mengorbankan akurasi.
“AI bisa mempercepat proses kerja jurnalistik, tetapi integritas, nurani, dan tanggung jawab moral tidak bisa diserahkan kepada algoritma,” tandasnya. (A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.