MENU
Khamenei Sebut Israel Tinggal Hitungan Hari, Iran Mulai Operasi Nasr
WA FB
Dunia

Khamenei Sebut Israel Tinggal Hitungan Hari, Iran Mulai Operasi Nasr

J Editor : Jansen Siahaan | 08 Jun 2026 | 19:47 WIB
Khamenei Sebut Israel Tinggal Hitungan Hari, Iran Mulai Operasi Nasr
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei (tengah). (afp)

Teheran, Sinata.id - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan peringatan keras terhadap Israel di tengah meningkatnya ketegangan militer antara kedua negara.

Dalam pernyataannya, Khamenei menyebut Israel hanya memiliki sedikit waktu sebelum menghadapi kehancuran akibat serangan balasan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan setelah saling serang antara Iran dan Israel kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Rezim Zionis yang rapuh hanya memiliki beberapa hari lagi,” kata Khamenei dalam pernyataan yang dikutip media internasional.

Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel utara sebagai respons atas serangan udara Israel di Lebanon selatan. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan itu dilakukan sebagai balasan atas jatuhnya korban sipil dan kerusakan yang terjadi di wilayah Tyre dan Nabatieh.

IRGC memperingatkan bahwa respons Iran akan diperluas apabila Israel kembali melancarkan operasi militer di Lebanon. Menurut pernyataan mereka, sasaran berikutnya dapat mencakup berbagai target yang terkait dengan kepentingan Israel dan sekutunya di kawasan.

Israel Balas Serang Iran

Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran. Ledakan dilaporkan terjadi di Teheran, Isfahan, dan Tabriz, sementara Israel mengklaim telah menyerang fasilitas militer dan infrastruktur yang berkaitan dengan program persenjataan Iran.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan rudal Iran terhadap wilayah Israel.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetap melanjutkan operasi militer meskipun sebelumnya mendapat dorongan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menahan diri demi menjaga proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Operasi Nasr Dimulai

Pada Senin (8/6/2026), IRGC mengumumkan dimulainya kampanye militer bertajuk “Operasi Nasr”. Dalam operasi tersebut, Iran mengklaim menargetkan pangkalan udara strategis Israel, termasuk Nevatim dan Tel Nof, menggunakan rudal balistik dan drone tempur.

IRGC menyatakan gelombang serangan rudal dan drone akan terus berlanjut selama tujuh hari ke depan sebagai bentuk tekanan terhadap Israel agar menghentikan operasi militernya di kawasan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.