Pyongyang, Sinata.id – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memantau langsung uji coba peluncur roket multi-laras berkaliber 600 milimeter yang dilakukan militer negaranya, pada Sabtu (14/3/2026).
Uji coba tersebut berlangsung pada pekan yang sama setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan menggelar latihan militer tahunan bersama, yang selama ini kerap dikritik oleh Pyongyang.
Dalam peluncuran tersebut, Kim Jong Un hadir bersama putrinya, Kim Ju Ae. Media pemerintah Korea Utara menyebut sistem senjata baru ini mampu menjangkau target hingga sekitar 420 kilometer.
Roket Diluncurkan dari Sekitar Pyongyang
Menurut laporan media pemerintah, roket-roket tersebut ditembakkan dari wilayah di sekitar ibu kota Pyongyang.
Target uji coba berada di sebuah pulau di Laut Timur Korea yang berjarak lebih dari 360 kilometer dari titik peluncuran.
Uji coba ini melibatkan 12 peluncur roket ganda ultra-presisi kaliber 600 mm yang ditembakkan secara serentak. Media pemerintah mengklaim seluruh roket berhasil menghantam target dengan tingkat akurasi tinggi.
Diklaim Memiliki Kemampuan Serangan Nuklir
Kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan bahwa sistem peluncur roket tersebut dirancang untuk menunjukkan kemampuan serangan penghancur yang dapat membawa hulu ledak nuklir.
Menurut KCNA, seperti dilansir Senin (16/3/2026), peluncuran tersebut memperlihatkan potensi serangan terkonsentrasi dari sistem roket jarak jauh milik Korea Utara.
Korea Selatan Sebut Sebagai Provokasi
Sementara itu, militer Korea Selatan menyatakan telah mendeteksi sekitar 10 rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah sekitar Pyongyang menuju Laut Timur.
Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan menilai uji coba tersebut sebagai tindakan provokatif karena dianggap melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang Korea Utara melakukan aktivitas terkait rudal balistik.
Peluncuran ini juga memicu kekhawatiran dari sejumlah negara di kawasan Asia Timur, termasuk Jepang, yang sebelumnya telah menyoroti meningkatnya aktivitas uji coba senjata oleh Pyongyang.
Ketegangan di Semenanjung Korea Meningkat
Uji coba roket terbaru ini semakin mempertegas ketegangan yang terus berlangsung di kawasan Semenanjung Korea.
Latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan sebelumnya juga menjadi salah satu faktor yang sering memicu respons keras dari Korea Utara.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.