Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th
Kisah akhir hidup Atalya (Athaliah) adalah salah satu catatan sejarah paling dramatis dalam Alkitab yang menggambarkan bagaimana keserakahan, kekejaman, dan penyembahan berhala pada akhirnya runtuh di hadapan kedaulatan God (Tuhan). Atalya adalah satu-satunya ratu yang pernah memerintah Kerajaan Yehuda (Kerajaan Selatan) secara ilegal, dan ia merupakan putri dari Raja Ahab dan Ratu Izebel yang terkenal jahat dari Kerajaan Utara (Israel).
Berikut adalah kisah akhir hidup Atalya yang dicatat secara paralel dalam 2 Raja-raja 11 dan 2 Tawarikh 23.
1. Latar Belakang: Kudeta Berdarah Atalya
Kisah tragis ini bermula ketika anak Atalya, yaitu Raja Ahazia, tewas dibunuh oleh Yehu.
Bukannya berduka, Atalya yang haus kekuasaan justru melihat hal ini sebagai kesempatan untuk merebut takhta Yehuda. Ia tega membantai seluruh keluarga raja yang merupakan cucu-cucunya sendiri agar tidak ada pewaris takhta yang sah dari garis keturunan Daud.
"Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja." 2 Raja-raja 11:1 Namun, Atalya tidak tahu bahwa Tuhan menjaga janji-Nya kepada Daud.
Yoseba (saudara perempuan Ahazia) bersama suaminya, Imam Yoyada, berhasil menyelamatkan seorang bayi bernama Yoas.
Yoas disembunyikan di dalam Bait Allah selama enam tahun sementara Atalya memerintah dengan kejam dan menyebarkan penyembahan berhala (Baal) di Yehuda.
2. Tahun Ketujuh: Strategi Imam Yoyada
Setelah Yoas berumur tujuh tahun, Imam Yoyada menggalang kekuatan secara rahasia.
Ia mengumpulkan para kepala pasukan, orang-orang Lewi, dan para kepala puak dari seluruh Yehuda untuk datang ke Yerusalem. Di dalam Bait Allah, mereka membuat perjanjian setia untuk mengembalikan takhta kepada keturunan Daud yang sah.
Kata Yoyada kepada mereka: "Lihatlah, anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti yang telah difirmankan TUHAN tentang anak-anak Daud!" 2 Tawarikh 23:3 Pada hari yang ditentukan, pasukan pengawal bersenjata lengkap mengepung Bait Allah untuk melindungi Yoas kecil. Yoyada membawa Yoas keluar, mengenakan mahkota, menyerahkan hukum Allah kepadanya, dan mengurapinya menjadi raja. Seluruh rakyat bertepuk tangan dan berseru, "Hidup sang raja!"
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.