London, Sinata.id - Seorang pria lanjut usia di Inggris mendedikasikan hidupnya untuk mendonorkan darah langka yang dimilikinya, yang digunakan untuk membantu menyelamatkan bayi-bayi baru lahir, terutama yang dirawat di unit perawatan intensif neonatal (NICU).
Nigel Vaughan (70), warga Blackpool, diketahui memiliki golongan darah B negatif yang sangat langka. Jenis darah ini hanya dimiliki sekitar 2 persen dari populasi pendonor di dunia dan sangat dibutuhkan dalam kondisi medis tertentu, khususnya bagi bayi dengan kondisi kritis.
Kelangkaan darah Vaughan pertama kali terungkap saat ia berusia 16 tahun pada 1970-an, ketika diminta memberikan sampel darah dan air liur dalam penyelidikan kasus pembunuhan.
Meski tidak terlibat dalam kasus tersebut, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa darahnya tergolong langka dan memiliki nilai medis tinggi.
Selain langka, darah Vaughan juga tidak mengandung cytomegalovirus (CMV), virus yang umum ditemukan pada orang dewasa tetapi dapat berbahaya, bahkan fatal, bagi bayi dengan sistem imun yang belum berkembang.
Kondisi ini membuat darahnya sangat dibutuhkan dalam perawatan bayi baru lahir yang rentan.
Sejak berusia 18 tahun, Vaughan mulai rutin mendonorkan darahnya. Hingga kini, ia telah melakukan sekitar 250 kali donor dan diperkirakan telah membantu sekitar 500 penerima, sebagian besar bayi yang membutuhkan transfusi.
Ia menyatakan akan terus mendonorkan darah selama masih diizinkan. “Saya akan terus melakukannya sampai mereka menyuruh saya berhenti,” ujarnya.
Dedikasi tersebut dipengaruhi oleh pengalaman masa kecilnya. Vaughan mengingat ibunya aktif mendonorkan darah sejak ia masih bayi, terutama setelah ia menjalani operasi akibat stenosis pilorus-kondisi penyempitan pada saluran antara lambung dan usus kecil yang memerlukan tindakan medis.
Pengalaman itu membentuk kebiasaan Vaughan untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Selain sebagai pendonor aktif, ia juga pernah bertugas sebagai relawan tanggap darurat di organisasi St John Ambulance.
Bagi Vaughan, kontribusinya dalam membantu menyelamatkan bayi menjadi kebanggaan tersendiri. Ia juga menyebut tradisi donor darah kini diteruskan oleh anggota keluarganya, termasuk putri dan menantunya, sebagai bentuk keberlanjutan nilai yang diwariskan dalam keluarganya. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.