Ia pernah berkata kepada para perempuan Kenya: “Jangan takut. Kalian adalah penjaga kehidupan. Jika kita menyerah, siapa lagi yang akan menjaga bumi ini?”
Wangari Maathai Meninggal Dunia
Wangari Maathai wafat pada 25 September 2011 karena kanker, tetapi warisannya hidup.
Green Belt Movement terus berjalan, dan jutaan pohon yang ditanamnya tetap berdiri sebagai monumen keuletannya.
Banyak pemimpin dunia, aktivis muda, dan organisasi lingkungan terinspirasi olehnya.
Pada tahun-tahun setelah kepergiannya, gerakan penghijauan urban, pendidikan lingkungan, dan aksi iklim semakin marak.
Nama Wangari Maathai kerap disebut dalam pertemuan PBB, forum iklim global, dan sekolah-sekolah.
Ia membuktikan bahwa satu suara bisa menumbuhkan hutan harapan.
Kisah Wangari Maathai bukan sekadar biografi seorang pahlawan lingkungan. Ini adalah undangan bagi setiap orang untuk bertindak, sekecil apa pun langkah itu. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.