MENU
Kisah Tragis Satomi Kitaguchi, Siswi SMA Berprestasi yang Tak Pernah K...
WA FB
News

Kisah Tragis Satomi Kitaguchi, Siswi SMA Berprestasi yang Tak Pernah Kembali

R Editor : Redaksi Sinata | 23 Oct 2025 | 22:32 WIB
Kisah Tragis Satomi Kitaguchi, Siswi SMA Berprestasi yang Tak Pernah Kembali
Satomi Kitaguchi (kiri), Manabu Kashima (kanan). (Diolah dari berbagai sumber)

Sinata.id - Siang yang tenang di kota kecil Hatsukaichi, Hiroshima, kala itu mestinya biasa saja, mendadak berubah jadi mimpi buruk. Dari lantai dua sebuah rumah, jeritan minta tolong memecah keheningan, dan di sanalah, kisah tragis Satomi Kitaguchi (17) bermula.

Siswi SMA berprestasi itu ditemukan bersimbah darah usai pulang ujian, meninggalkan luka mendalam yang baru menemukan jawabannya empat belas tahun kemudian.

Angin musim gugur mengusap lembut jendela rumah keluarga Kitaguchi. Satomi, melepas sepatu, menaruh tas di kamar, dan barangkali berniat rebahan sebentar. Tak ada yang menyangka, beberapa menit kemudian, rumah yang tenang itu akan berubah jadi panggung berdarah.

Dari lantai dua, terdengar jeritan memilukan. “Tolong!”

Suara itu yang kemudian menghantui keluarga dan seluruh kota kecil di Jepang itu selama bertahun-tahun.

Ketika sang nenek dan adik berlari naik, mereka menemukan pemandangan yang tak sanggup dijelaskan kata-kata.

Satomi bersimbah darah, tubuhnya penuh luka tusukan. Di tengah kepanikan, neneknya juga diserang, empat tusukan di punggung yang hampir merenggut nyawanya.

Satomi Kitaguchi bukan remaja biasa. Ia dikenal ceria, rajin, dan berprestasi di sekolahnya.

Hari itu, 5 Oktober 2004, ia bahkan pulang lebih cepat setelah ujian. Namun, alih-alih menikmati teh hangat di rumah bersama nenek, nasib berkata lain.

Polisi menemukan sidik jari misterius, jejak sepatu asing, dan DNA lelaki yang tak dikenal.

Semua disimpan rapi dalam berkas, namun tak ada arah penyelidikan jelas.

Kasus Satomi Kitaguchi Akhirnya Terpecahkan Lewat Sidik Jari dan DNA Setelah 14 Tahun

Waktu berjalan, dan kasus itu membeku, menjadi cold case yang membayangi Hiroshima selama 14 tahun.

Waktu bergulir hingga tahun 2018. Di prefektur tetangga, Yamaguchi, polisi menangani kasus kekerasan lain.

Siapa sangka, data DNA dari pelaku kasus itu cocok sempurna dengan berkas lama pembunuhan Satomi. Nama itu, Manabu Kashima (35), pekerja konstruksi.

Penyidik seolah menemukan potongan puzzle terakhir yang hilang. April 2018, Kashima ditangkap.

Dalam pemeriksaan, ia mengaku sempat berniat melakukan kekerasan seksual terhadap Satomi, namun ketika gadis itu melawan, amarahnya meledak.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.