Oleh: Pdt. Mis Ev Daniel Pardede, MH
Kisah dalam Kitab Kejadian tentang Yusuf menjadi salah satu pelajaran iman yang kuat bagi umat Kristiani, khususnya dalam menghadapi luka, pengkhianatan, dan penderitaan hidup.
Dalam Alkitab, tepatnya Kejadian 45:4-5, Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya:
“Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan jangan menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini; sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.”
Ayat ini menggambarkan bagaimana Yusuf, yang pernah disakiti dan dijual oleh saudara-saudaranya sendiri, justru memilih untuk mengampuni, bahkan bersyukur atas jalan hidup yang ia alami.
Dijual, Disakiti, Namun Dipakai Tuhan
Yusuf adalah anak dari Yakub yang sangat dikasihi. Rasa iri hati saudara-saudaranya membuat mereka tega menjual Yusuf ke Mesir. Namun, dalam perjalanan hidupnya, Yusuf justru mengalami peningkatan hingga menjadi penguasa di Mesir.
Ketika masa kelaparan melanda, saudara-saudaranya datang meminta makanan tanpa mengetahui bahwa orang yang mereka temui adalah Yusuf sendiri. Di titik inilah kasih dan pengampunan Yusuf diuji.
Alih-alih membalas dendam, Yusuf justru memaafkan mereka dan melihat semua peristiwa pahit itu sebagai bagian dari rencana Tuhan untuk menyelamatkan banyak orang, termasuk keluarganya.
[caption id="attachment_36348" align="aligncenter" width="750"] Foto ilustrasi. (istimewa)[/caption]
Makna Iman: Mengampuni dan Bersyukur dalam Penderitaan
Kisah Yusuf memberikan pesan rohani yang mendalam: bahwa penderitaan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses Tuhan dalam membentuk dan mempersiapkan kehidupan yang lebih besar.
Sikap Yusuf mengajarkan bahwa:
Luka hati tidak harus dibalas dengan kebencian
Pengampunan membuka jalan pemulihan
Rencana Tuhan tetap bekerja, bahkan dalam situasi yang paling menyakitkan
Pesan ini sangat relevan bagi umat Kristen masa kini yang kerap menghadapi berbagai tantangan, seperti fitnah, kemiskinan, sakit penyakit, hingga tekanan hidup.
Tidak Ada yang Memisahkan dari Kasih Tuhan
Sebagaimana dinyatakan dalam iman Kristen, tidak ada penderitaan yang mampu memisahkan manusia dari kasih Tuhan. Bahkan dalam kondisi terpuruk sekalipun, kasih Tuhan tetap setia dan bekerja mendatangkan kebaikan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.