MENU
Klaim “Hipertensi Bukan Penyakit” Menyesatkan dan Berbahaya
WA FB
News

Klaim “Hipertensi Bukan Penyakit” Menyesatkan dan Berbahaya

T Editor : Tigor Munthe | 02 May 2026 | 22:05 WIB
Klaim “Hipertensi Bukan Penyakit” Menyesatkan dan Berbahaya
Alat mengukur tensi. (Foto: Ist)

Jakarta, Sinata.id – Dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata meluruskan klaim yang menyebut hipertensi bukan penyakit. Ia menegaskan, anggapan tersebut tidak tepat dan berpotensi membahayakan karena bisa membuat pasien mengabaikan pengobatan.

Dalam penjelasannya, dr. Adam mengaku kerap menemui pasien yang menolak minum obat darah tinggi dengan alasan tidak merasa sakit atau tekanan darah sedang normal. Padahal, menurutnya, kondisi tersebut justru menunjukkan kurangnya pemahaman tentang hipertensi.

Ia menjelaskan bahwa meski tekanan darah dapat naik turun sepanjang hari, hal itu berbeda dengan hipertensi. Secara medis, hipertensi merupakan kondisi kronis ketika tekanan darah secara konsisten berada di atas batas normal, yakni ≥140/90 mmHg atau ≥130/80 mmHg, tergantung pedoman yang digunakan.

Karena sifatnya kronis, hipertensi dapat menimbulkan kerusakan pada berbagai organ tubuh. Mulai dari jantung, otak, pembuluh darah, mata hingga ginjal.

Dr. Adam juga menepis anggapan bahwa hipertensi bukan “silent killer”. Justru, kata dia, penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala sehingga kerap tidak disadari penderitanya hingga terjadi komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa perubahan gaya hidup seperti olahraga, diet rendah garam, dan penurunan berat badan memang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Namun, pada sebagian besar kasus, langkah tersebut tidak cukup tanpa disertai pengobatan.

Ia mengingatkan bahwa obat hipertensi berperan penting untuk melindungi organ tubuh dari kerusakan. Karena itu, menghentikan obat tanpa pengawasan dokter justru dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Menurutnya, pemahaman yang keliru tentang hipertensi bisa berdampak serius jika membuat pasien mengabaikan terapi yang seharusnya dijalani.

Dengan penjelasan tersebut, dr. Adam mengimbau masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi kesehatan yang beredar, serta memastikan setiap keputusan medis didasarkan pada konsultasi dengan tenaga kesehatan. 

Profil Adam Prabata

Data Singkat

Nama: dr. Adam Prabata

Profesi: Dokter, peneliti, edukator kesehatan

Pendidikan:

Dokter – Universitas Indonesia (2009)

PhD Candidate in Medical Science – Kobe University

Akun X: @AdamPrabata

Adam Prabata dikenal sebagai salah satu dokter Indonesia yang aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial. Ia kerap membagikan informasi kesehatan yang berbasis riset ilmiah, mudah dipahami, dan relevan dengan isu kesehatan terkini.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.