MENU
KMP di Siantar Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
WA FB
Berita

KMP di Siantar Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

G Editor : Gunawan Purba | 30 Mar 2026 | 17:10 WIB
KMP di Siantar Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Ilustrasi KMP

Pematangsiantar, Sinata.id - Perkembangan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Pematangsiantar menunjukkan tren positif dalam upaya memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.

Sejumlah koperasi yang tengah dibangun, diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus wadah pemberdayaan warga.

Saat ini, terdapat lima KMP yang sedang dalam tahap pembangunan dan tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Siantar Martoba dan Siantar Timur. Kehadiran koperasi tersebut dinilai strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi di tingkat komunitas.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kota Pematangsiantar, Herbert Aruan, menyebutkan bahwa progres paling menonjol terlihat di Kelurahan Tomuan.

Bangunan Kopdes di wilayah tersebut telah selesai dan dijadwalkan akan diresmikan secara nasional pada Agustus mendatang oleh Presiden.

Menurutnya, peresmian itu tidak hanya menandai kesiapan fasilitas, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghidupkan kembali peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Namun demikian, untuk dukungan operasional seperti bantuan kendaraan dari pemerintah pusat, pihak daerah masih menunggu kebijakan lanjutan. Hal ini menunjukkan perlunya kesinambungan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan keberlangsungan operasional koperasi.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong koperasi yang sebelumnya sudah berjalan agar kembali aktif. Beberapa Kopdes sempat mengalami penurunan aktivitas, salah satunya akibat momentum libur Lebaran.

Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai langkah dilakukan, mulai dari penguatan motivasi pengurus hingga menjalin kemitraan dengan pihak eksternal. Kerja sama dengan lembaga seperti Bulog dan perusahaan distribusi Kana dari Surabaya difokuskan pada penyediaan kebutuhan pokok, termasuk gula, guna memperkuat usaha koperasi, khususnya di Kelurahan Tomuan.

Sementara itu, koperasi yang telah beroperasi masih mengandalkan sistem permodalan dari simpan pinjam anggota. Skema ini dinilai sebagai fondasi awal dalam membangun kemandirian usaha koperasi.

Ke depan, pemerintah daerah berharap seluruh Kopdes yang tengah dibangun maupun yang diaktifkan kembali dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (A18)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.