Eksklusivitas itulah yang selama ini menjadi daya tarik utama merek tersebut.
Sejumlah kolektor bahkan mengkhawatirkan kolaborasi dengan Swatch dapat mengurangi nilai prestise Audemars Piguet, terutama karena konsep Royal Pop dinilai terlalu dekat dengan budaya pasar massal.
Namun, ada pula pandangan berbeda yang menyebut kolaborasi tersebut justru dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk mengenal dunia jam tangan mewah sebelum akhirnya menjadi kolektor di masa depan.
Luxury Brand Kini Harus Relevan
Fenomena kolaborasi antara merek mewah dan pasar massal kini semakin sering terjadi di industri fashion maupun horologi.
Banyak pengamat menilai kemewahan saat ini tidak lagi hanya dibangun dari kelangkaan dan eksklusivitas, tetapi juga kemampuan merek untuk tetap relevan dalam budaya populer.
Meski menuai pro dan kontra, Royal Pop berhasil menciptakan perhatian besar di media sosial dan industri jam tangan global. Pertanyaannya kini, apakah langkah berani tersebut akan memperkuat posisi Audemars Piguet di masa depan atau justru mengikis citra eksklusif yang telah dibangun selama puluhan tahun. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.