MENU
Komisi XI Dorong Kopdes dan MBG Perkuat Desa
WA FB
News

Komisi XI Dorong Kopdes dan MBG Perkuat Desa

G Editor : Gunawan Purba | 01 Mar 2026 | 20:29 WIB
Komisi XI Dorong Kopdes dan MBG Perkuat Desa
Ilustrasi

Jakarta, Sinata.id - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengajak masyarakat mendukung program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ajakan itu disampaikannya di Jakarta, Minggu (1/3). Ia menegaskan, kedua program tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan nasional.

Menurutnya, program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto itu diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

Dukungan masyarakat, kata dia, menjadi kunci agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Pernyataan tersebut disampaikan Misbakhun dalam rangkaian kegiatan serap aspirasi masa reses DPR yang berlangsung 20 Februari hingga 9 Maret 2026.

Ia menggelar pertemuan di tiga kecamatan di Kabupaten Probolinggo, yakni Pajarakan, Gending, dan Leces pada Sabtu (28/2/2026).

Misbakhun menjelaskan, Kopdes Merah Putih dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat struktur ekonomi desa. Koperasi ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia menyebut koperasi tersebut akan menjadi tulang punggung ekonomi lokal, memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Dalam implementasinya, Kopdes Merah Putih akan mendapat dukungan dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara), seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara.

Keterlibatan perbankan pelat merah itu dinilai strategis karena memiliki jaringan luas hingga pelosok desa, sehingga akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi koperasi dapat terjamin.

Melalui koperasi tersebut, perputaran kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian, hingga produk UMKM diharapkan terjadi di tingkat desa.

Jika ekonomi desa bergerak, lanjut Misbakhun, dampaknya akan terasa pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan, termasuk dalam menjaga stabilitas di tengah dinamika global.

Selain koperasi, ia juga menyoroti program MBG yang menyasar anak sekolah, santri, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Program itu dinilai sebagai langkah konkret negara dalam memastikan kualitas gizi generasi penerus agar mampu bersaing di tingkat global.

Untuk tahun 2026, alokasi anggaran MBG disebut mencapai sekitar Rp350 triliun. Angka tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Misbakhun menegaskan, pemerintah telah merancang program tersebut secara matang. Kritik tetap terbuka, selama bersifat konstruktif demi penyempurnaan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.