Tim SAR bekerja 24 jam tanpa henti, dibagi dalam beberapa sektor. Dari 15 titik yang sudah dipetakan, baru sebagian kecil yang berhasil dibuka. Cuaca dan kondisi reruntuhan menjadi tantangan terbesar dalam operasi pencarian.
Pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten disebut Gus Ipul bergerak bersama. Berbagai kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, tenda darurat, hingga dapur umum sudah tersedia. Kementerian Sosial juga memastikan santunan diberikan untuk para korban jiwa tanpa ada pembedaan.
“Setelah evakuasi selesai, kita akan bicarakan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan. Untuk sekarang, fokus kita adalah menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Suasana haru terus menyelimuti keluarga santri yang menunggu kabar di sekitar lokasi. Banyak dari mereka hanya bisa pasrah sambil berharap mukjizat masih ada di balik puing-puing beton yang menelan anak-anak mereka.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia, agar semua proses ini berjalan lancar dan korban bisa segera ditemukan,” pungkas Gus Ipul. (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.