Jumlah Korban Terdampak Capai 166 Orang
Data BNPB mencatat total korban terdampak mencapai 166 orang. Dari jumlah tersebut, 111 sudah ditemukan dengan rincian: 14 masih dirawat di rumah sakit, 89 sudah diperbolehkan pulang, dan sembilan orang dipastikan meninggal dunia. Sementara itu, 54 orang santri masih dinyatakan hilang dan terus dalam proses pencarian.
Untuk mempercepat operasi, BNPB mengerahkan dukungan penuh berupa 200 kantong jenazah, ribuan masker, APD, hingga insentif operasional bagi tim gabungan. Alat berat seperti crane, excavator breaker, dump truck, hingga puluhan ambulans juga disiagakan di lokasi.
Keluarga Korban Ikhlas,
Sebelum penggunaan alat berat, seluruh keluarga korban telah diminta persetujuan. Mereka menyatakan ikhlas bila kondisi jenazah terganggu dalam proses evakuasi.
“Seluruh pihak keluarga korban sudah merelakan, setelah dijelaskan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di balik reruntuhan,” ujar Suharyanto.
Tragedi ini sekaligus memunculkan sorotan besar publik terhadap standar konstruksi bangunan pondok pesantren.
Banyak pihak menilai perlunya pengawasan lebih ketat terhadap pembangunan fasilitas pendidikan berbasis pesantren agar peristiwa serupa tidak terulang.
Hari demi hari pencarian di Ponpes Al Khoziny masih terus berlangsung. Setiap jenazah yang ditemukan menambah duka, namun sekaligus memberi kepastian bagi keluarga yang menanti kabar.
Sementara itu, tim SAR tetap berpacu dengan waktu, membersihkan puing demi puing, berharap bisa menemukan santri lain yang masih tertimbun. (A46)
sumber: sindonews | pikiranrakyat | detik
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.