Latar Belakang dan Karier Sugiri Sancoko lahir dari keluarga petani di Kecamatan Sampung, Ponorogo. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara.
Sebelum terjun ke politik, Sugiri sempat bekerja sebagai wartawan di grup media Jawa Pos dan kemudian menekuni bisnis reklame.
Karier politiknya dimulai saat menjadi anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Demokrat pada periode 2009–2014 dan kembali terpilih untuk periode berikutnya.
Setelah itu, ia maju dalam Pilkada Ponorogo 2015 namun kalah dari Ipong Muchlissoni.
Sugiri kemudian kembali maju di Pilkada 2020 dengan dukungan PDIP dan partai koalisi lainnya.
Ia berhasil memenangkan Pilkada dengan perolehan suara lebih dari 61 persen dan resmi menjabat Bupati Ponorogo sejak Februari 2021.
Pada Pilkada 2024, Sugiri kembali menang dan melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua. Program dan Gaya Kepemimpinan Selama menjabat, Sugiri dikenal aktif mendorong pembangunan sektor pariwisata dan budaya Ponorogo.
Ia beberapa kali menyatakan bahwa Ponorogo sulit berkembang sebagai daerah industri sehingga sektor wisata dan budaya dianggap menjadi kekuatan utama daerah tersebut.
Slogan yang cukup melekat pada dirinya adalah:
“Ngrumangsani Wong Cilik, Panggah Ngabekti Marang Wong Cilik.”
Sugiri juga aktif di media sosial untuk membangun komunikasi dengan masyarakat Ponorogo. Kasus Korupsi dan Status Nonaktif Nama Sugiri Sancoko menjadi sorotan nasional setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada November 2025. KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam dugaan suap proyek RSUD, pengurusan jabatan, gratifikasi, hingga dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
KPK menduga Sugiri menerima aliran dana terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Dalam pengembangan kasus, penyidik juga melakukan sejumlah penggeledahan dan penyitaan aset, termasuk kendaraan mewah.
Setelah penetapan tersangka, posisi kepala daerah dijalankan oleh Wakil Bupati Lisdyarita. Kehidupan Pribadi Sugiri Sancoko diketahui menikah dengan Susilowati dan memiliki tiga orang anak.(A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.