MENU
Kremlin: Iran Belum Ajukan Permintaan Persenjataan ke Rusia
WA FB
Dunia

Kremlin: Iran Belum Ajukan Permintaan Persenjataan ke Rusia

T Editor : Tumpal Pandapotan | 07 Mar 2026 | 15:30 WIB
Kremlin: Iran Belum Ajukan Permintaan Persenjataan ke Rusia
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Preiden Rusia Putin dalam sebuah pertemuan.

Ketika diminta tanggapan mengenai laporan tersebut, Peskov tidak memberikan komentar langsung.

Sejak konflik dimulai, Iran dilaporkan melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah instalasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada Minggu ketika serangan drone Iran menghantam fasilitas militer AS di Kuwait, menewaskan enam tentara Amerika dan melukai beberapa lainnya.

Menurut pejabat Amerika yang dikutip media tersebut, Iran telah meluncurkan ribuan drone serang satu arah serta ratusan rudal yang menargetkan pangkalan militer, fasilitas komando, dan instalasi diplomatik Amerika.

Di sisi lain, operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menyerang lebih dari 2.000 sasaran di wilayah Iran, termasuk fasilitas rudal, aset angkatan laut, serta lokasi yang terkait dengan kepemimpinan militer.

Baca: Perang Iran vs AS–Israel Picu Krisis Pupuk Global, Petani Dunia Berebut Stok Analisis Pengamat ilustrasi Sejumlah analis menilai akurasi serangan Iran terhadap target militer Amerika kemungkinan dipengaruhi oleh dukungan intelijen eksternal.

Pakar militer Rusia dari Carnegie Endowment for International Peace, Dara Massicot, mengatakan pola serangan Iran menunjukkan tingkat presisi tinggi terhadap sistem militer penting seperti radar peringatan dini dan pusat komando.

Pengamat lain dari Belfer Center di Universitas Harvard, Nicole Grajewski, menilai operasi Iran memperlihatkan peningkatan kemampuan dalam penentuan target serta koordinasi serangan.

Para analis juga menyoroti bahwa Iran memiliki keterbatasan dalam kemampuan satelit militer untuk memantau pergerakan global. Sebaliknya, Rusia diketahui mengoperasikan jaringan satelit intelijen dan sistem pengawasan yang berkembang selama puluhan tahun persaingan militer dengan NATO.

Kerja sama tersebut dinilai mencerminkan semakin eratnya kemitraan strategis antara Moskow dan Teheran sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina pada 2022. Selama periode tersebut, Iran menjadi salah satu mitra penting Rusia dengan menyediakan teknologi produksi drone serang berbiaya rendah yang digunakan dalam operasi militer di Ukraina. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.